Dibelah Sungai Musi, Palembang di Sumatera Selatan adalah destinasi wisata utama di Sumatera. Jembatan Ampera dan pempek hanya secuil dari pesona kota ini, masih banyak tempat keren lain. Intinya, Anda harus liburan ke Palembang Sejarah peradaban di Palembang menggurat panjang sejak Kerajaan Sriwijaya dan menjadikan kota ini kaya dengan aneka ragam jenis wisata yang dicari wisatawan, dari wisata sejarah, kuliner, belanjar, religi, sampai wisata alam. Seperti banyak juga kota-kota di Asia yang dibelah sungai besar, Palembang ikut berjuluk Venesia dari Timur.
Kota terbesar kedua di Sumatera ini harus menjadi destinasi liburan Anda berikutnya. Jembatan Ampera yang begitu ikonik dan pempek, makanan paling tersohor dari Palembang, adalah magnet para wisatawan. Namun banyak hal yang bisa dilakukan di sana.

Mari kita kupas serba-serbi liburan ke Palembang

Ini Dia Aneka Cara Pergi ke Palembang
Kalau ada pepatah yang mengatakan ‘Banyak Jalan Menuju Roma’, begitu pula dengan Palembang. Ibukota Sumatera Selatan bisa turis capai dengan banyak jalan, mulai dari darat, laut hingga udara.

Inilah aneka transportasi yang bisa traveler pilih untuk mencapai Palembang, dengan asumsi Anda berangkat dari Jakarta. Ayo jalan!
Bus

Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) saat ini sudah tersedia banyak, terutama dari Jakarta. Salah satu kota yang dituju bus AKAP adalah Palembang di Sumatera Selatan.
Jika Anda salah satu traveler yang ingin jalan-jalan ke Palembang melalui jalur darat, bus Kramat Jati bisa menjadi pilihan. Bus Kramat Jati dari Jakarta tersedia di beberapa terminal, antara lain Terminal Pinang Ranti, Kampung Rambutan, Tanjung Priok, Pulo Gadung, Rawamangun, Grogol dan Kalideres.
“Kalau dari Lebak Bulus berangkat jam 14.00 WIB, kalau lancar jam 06.00 WIB besoknya sudah tiba,” kata salah satu pegawai bus Kramat Jati.
“Busnya VIP, fasilitasnya bangku 2-2, ada bantal, selimut, toilet, dan smoking room,”
Selain Kramat Jati, bus lain yang juga melayani rute Jakarta-Palembang adalah Pahala Kencana. Sama seperti Kramat Jati, bus Pahala Kencana tersedia di beberapa terminal, seperti Lebak Bulus dan Rawamangun.
Para calon penumpang Lorena bisa memilih untuk naik bus eksekutif atau pun VIP. “Kalau VIP itu tempat duduknya 40, kalau eksekutif ada 30 bangku,”

Kapal disambung Kereta Api

Quote:Selain bus, masih ada jenis transportasi lain yang bisa Anda pilih untuk menuju Palembang, yaitu kapal. Hanya saja, kapal milik Pelni dengan rute Jakarta-Palembang belum ada.
Jika ingin menggunakan kapal, traveler bisa naik kapal ferri dari Pelabuhan Merak di Banten menuju Bakauheni di Lampung. Ada banyak kapal yang tersedia untuk membawa banyak penumpang menuju Bakauheni.
Setelah tiba di Bakauheni, penumpang yang membawa kendaraan bisa terus memacu mobil/motor yang dimiliki untuk mencapai Palembang. Lalu bagaimana yang tidak?
Lampung memiliki kereta api yang melayani rute Lampung-Palembang. Traveler bisa naik dari Stasiun Kotabumi di Lampung menuju Stasiun Kertapati di Palembang. Kereta berangkat pada pukul 22.36 WIB dan tiba di Palembang pada pukul 04.53 WIB.
Kereta yang melayani rute ini adalah Sriwijaya II. Ada beberapa jenis kelas yang bisa dipilih, yaitu eksekutif dan bisnis.Pesawat

alur terakhir yang bisa menghubungkan traveler dari Jakarta menuju Palembang adalah udara. Anda bisa berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng, menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang.
Ada 3 maskapai yang melayani rute Jakarta-Palembang, yaitu Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, dan Lion Air. Dari ketiganya, maskapai yang memiliki jam penerbangan paling banyak adalah Garuda Airlines.
Cek selalu informasi dari maskapai terkait. Harga tiket pesawat sangat fluktuatif tergantung waktu keberangkatan.
Kalo udah nyampe Palembang, Mari kita telusuri kotanya
Kegiatan untuk Liburan Seru di Palembang
Banyak kegiatan seru yang bisa wisatawan nikmati di Palembang, Sumatera Selatan.
Jangan sampai waktu liburan Anda terbuang sia-sia dengan kegiatan yang biasa-biasa saja. Ini beberapa kegiatan yang buat liburan Anda di Bumi Sriwijaya semakin seru
Jalan-jalan di Jembatan Ampera
Liburan ke Palembang, belum pas kalau belum menapakan kaki di Jembatan Ampera. Ikon wisata Palembang yang membelah Sungai Musi ini, menghubungkan antara seberang Ulu dan seberang Ilir. Dengan panjang 1,1 km, arsitektur yang cantik, dan pemandangan jembatan beralaskan Sungai Musi, menjadi daya tarik wisatawan untuk berfoto.

Keindahan jembatan ini pun semakin sempurna saat malam hari dengan kerlap-kerlip lampu jalanannya. Terlebih, di bawah jembatan ini banyak penjual yang menjajakan kuliner khas Palembang. Tidak heran bila banyak pelancong yang menghabiskan malam di Jembatan Ampera.

Menyusuri Sungai Musi

Selain menjadi jantung kehidupan masyarakat Palembang, Sungai Musi juga menjadi destinasi wisata yang sayang bila Anda lewatkan. Untuk menikmati keindahan Musi, traveler bisa naik perahu kayu bermesin motor atau ketek. Traveler bisa menemui ketek di dermaga Kuto Besak. Dari atas ketek, traveler akan diajak menyusuri Sungai Musi.

Sejauh mata memandang, Anda bisa melihat rumah-rumah tradisional berbentuk panggung di sepanjang pinggiran sungai dan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat. Biasanya untuk sewa ketek traveler dikenakan sekitar Rp 125 ribu per dua jam dengan kapasitas 10 orang. Sedangkan untuk speedboat dibanderol sekitar Rp 150 ribu dengan kapasitas maksimum enam orang. Harga bisa berubah, tergantung selera pemilik perahun dan bagaimana keahlian Anda saat menawar.

Melihat Palembang dari menara Masjid Agung

Berlokasi di kawasan 19 Ilir, terdapat Masjid Agung Sultan Badaruddin I. Masjid ini memiliki gaya bangunan khas China, Indonesia dan Eropa. Menara masjid yang menjulang tinggi dan nyentrik juga menarik perhatian wisatawan. Menara setinggi 30 m dengan diameter 3 m ini, berada di bagian kiri masjid.

Ujung menaranya berbentuk melengkung, mirip ujung menara sebuah kelenteng. Bahkan atap masjid ini juga kental dengan nuansa China. Tak sekadar untuk beribadah, traveler bisa naik ke atas menara masjid ini. Sebelum naik, Anda terlebih dulu meminta izin pada pengurus masjid. Nah, dari atas menara Masjid Agung Palembang, pelancong bisa melihat keindahan Kota Palembang dari ketinggian. Seru!

Jelajah Pulau Kemaro

Legenda cinta tragis Putri Raja Palembang, Siti Fatimah dan Pangeran Tiongkok, Tan Bun Ann di Pulau Kemaro sudah tersohor. Banyak traveler yang penasaran dan ingin melihat langsung makam keduanya. Ada pula pohon cinta yang juga memikat perhatian wisatawan. Banyak traveler yang mengabadikan namanya sendiri bersama pasangannya di pohon cinta. Mereka tertarik dengan mitos tentang keabadian cinta di pohon tersebut.

Selain itu, Pulau Kemaro juga menjadi salah satu tempat yang dituju oleh masyarakat Tionghoa saat perayaan Imlek dan Cap Go Meh. Saat berkunjung ke pulau ini, Anda akan menemukan sebuah kelenteng dan pagoda.

Berburu foto ke rumah tua di Kampung Kapitan

Rumah dan bangunan tua menjadi, selalu menjadi objek yang menarik untuk jepretan kamera. Kampung Kapitan di 7 Ulu menjadi destinasi tepat untuk pecinta fotografi. Di Kampung ini terdapat 15 rumah panggung bergaya China, Palembang, dan Belanda.

Rumah-rumah di kampung ini, tetap dibiarkan seperti aslinya hingga terlihat tua. Banyak traveler yang datang karena ingin mengabadikan suasana kampung ini. Serunya, di rumah ini masih ada foto-foto zaman dulu yang membuktikan kejayaan keluarga Kapitan Tjoa. Tjoa adalah perwira keturunan Cina berpangkat kapitan (kapten) yang pernah bekerja untuk pemerintahan Belanda. Sekarang masih ada 6 keluarga yang masih tinggal di Kampung Kapitan.

Sunset di Benteng Kuto Besak

Selain Sungai Musi, untuk menikmati sore di Kota Palembang Anda bisa berkunjung ke Benteng Kuto Besak. Keberadaan Benteng Kuto Besak sendiri begitu unik karena berdiri di atas tanah yang dikelilingi oleh 4 sungai. Seolah benteng ini berdiri atas sebuah pulau kecil.

Wilayah Benteng Kuto Besak diapit oleh Sungai Musi di bagian muka atau selatan, Sungai Sekanak di barat, Sungai Tengkuruk di timur dan Sungai Kapuran dibagian belakang atau utara. Saat sore, banyak pengunjung yang datang ke benteng ini. Inilah salah satu titik untuk menikmati sunset cantik di Palembang.

Wisata Kuliner

Jangan lupa untuk mencicipi berbagai kuliner khas Palembang, tak cuma pempek. Masih ada seperti mi celor, celimpungan, brengkes tempoyak dan pindang patin. Sudah bukan rahasia lagi, kalau di sekitar Sungai Musi banyak terdapat kafe-kafe terapung. River Seat Restaurant dan Pasar Kuliner Tepian Sungai Musi adalah dua tempat yang bisa membawa Anda tenggelam dalam kelezatan kuliner khas Palembang.

Ada juga Danau Kambang Iwak Besak di Jalan Tasik. Setiap malam, tepian danau ini dipenuhi dengan berbagai macam warung makanan. Tidak hanya kuliner khas Palembang, di sini juga ada Bubur Ayam Kang Didin, Surabi Enhai dan lain-lain. Belum lagi, suasana di sini semakin ramai dengan adanya kumpulan komunitas dan pertunjukan musik akustik.

Sumber : http://www.kaskus.co.id/post/51cd4e6f1e0bc33913000002#post51cd4e6f1e0bc33913000002

Iklan