Kala itu, jelang kelahiran iPhone 4, gambar yang menunjukkan smartphone besutan Apple itu sontak mengejutkan banyak pihak. Ya, perusahaan yang dikenal jago menjaga rahasia produknya, kecolongan.
Alkisah ketika Brian Morgan, yang waktu itu masih berusia 21 tahun secara tak sengaja memperoleh prototype iPhone 4 saat berada di salah satu bar.
Dalam pengakuannya di situs Reddit, ia terpaksa membawa pulang prototype dan kejadian tersebut pun otomatis mengubah hidupnya secara drastis.
“Saya berada di sebuah bar bersama dua teman, saat itu sudah larut malam. Tiba-tiba ada orang mabuk berjalan ke arahku, mengakat telefon di kursi bar sebelah saya mengatakan jangan lupa telefon Anda,” katanya menuturkan.
Morgan saat itu menyadari bahwa handset tersebut bukanlah miliknya, akan tetapi pria yang dalam kondisi mabuk itu bersikeras bahwa telefon tersebut miliknya. “Saya bertanya-tanya dan tidak bisa mencari tahu siapa identitas pemilik telefon itu,” ceritanya lebih jauh.
Ketika ia sadar dan terbangun dari tidurnya, Morgan mendapati ada yang aneh dari telefon tersebut. Pasalnya layar memiliki resolusi yang lebih tinggi serta beberapa tombol yang tidak familiar.
“Saya menemukan iPhone dengan bagian belakang datar, tepi rata dan kamera menghadap ke depan,” ungkapnya. Morgan juga melihat kode Xs di bagian belakang, yang merujuk pada piranti prototipe.
Singkat cerita, akhirnya ia menjual piranti tersebut ke situs teknologi Gizmodo seharga USD5 ribu. Morgan juga akan menerima tambahan uang sebesar USD3 ribu jika Apple mengonfirmasi handset tersebut merupakan milik mereka.
Kejadian ini pun menarik perhatian banyak pihak, bahkan pihak berwenang mulai menyelidiki masalah ini. Ia pun mendapati rumahnya degeledah polisi, dan Morgan mau tak mau harus pindah ke hotel selama seminggu penuh untuk menghidari kejaran media.
“Itu sangat sulit bagi keluarga saya, ada mobil media di depan rumah dan akhirnya kami putuskan untuk tinggal di sebuah hotel selama sepekan,” katanya.
“Sama saya mulai muncul di media lantaran pacar saya membuat posting-an di Facebook, padahal saya sudah minta untuk dihapus, namun kalah cepat dengan media,” tutup Morgan yang saat ini harus meladeni masalah hukum dari pihak berwenang karena kasus ini. (fmh)
Iklan