Archive for Juni, 2013


Tahun 2012 menjadi periode bagi ilmuwan untuk kembali menunjukkan hasil kerja kerasnya. Lompatan besar dalam pengetahuan berhasil dibuat, meliputi bidang fisika partikel, genetika molekuler dan juga konservasi.
Dari beragam hasil penelitian yang diberitakan Kompas.com, ada 6 penemuan dan keberhasilan yang paling menonjol, mencetak rekor, membantu memecahkan permasalahan dasar dalam ilmu pengetahuan ataupun memberikan inspirasi. Berikut uraiannya.
1. Penemuan Partikel “Mirip” Higgs Boson
Ilustrasi tumbukan atom dalam eksperimen CERN.
Tanggal 4 Juli 2012, Organisasi Riset Nuklir Eropa (CERN) mengumumkan keberhasilannya menemukan partikel yang “mirip” Higgs Boson. Higgs Boson atau kadang juga disebut “partikel tuhan” bakal menyempurnakan Moel Standar Fisika Partikel. Partikel ini tak ada hubungannya dengan Tuhan.
Temuan yang diumumkan dikatakan “mirip” sebab beberapa ilmuwan yakin bahwa yang ditemukan adalah Higgs Boson namun belum memiliki bukti yang sahih untuk menyatakannya. Hingga saat ini, proses pembuktian masih berlangsung.
Higgs Boson berperan memberikan massa pada partikel. Kalangan ilmuwan ada yang menyambut gembira penemuan CERN tahun ini. Namun, ada ilmuwan lain pula yang lebih tertarik jika partikel yang ditemukan bukan Higgs Boson. Akan ada lebih banyak pertanyaan yang bisa diajukan.
2. Genom Lima Kera Besar Berhasil Dipetakan
Bonobo (Pan paniscus) muda tengah bermain bersama
Genom lima kera besar kerabat manusia berhasil dipetakan. Terakhir, ilmuwan berhasil mengungkap genom Bonobo (Pan paniscus). Menurut hasil penelitian tersebut, beda genom manusia dengan Bonobo hanya 1,3 persen.
Misi ilmuwan mengungkap genom kera besar tersebut salah satunya adalah mebgetahui bagaimana manusia berevolusi. Beberapa bagian evolusi yang ingin dilihat adalah kecerdasan, pengembangan bahasa, budaya serta ilmu pengetahuan.
Sebelum Bonobo, pada tahun ini ilmuwan juga berhasil menguraikan genom gorila. Manusia berbagi 98 persen DNA dengan gorila, 97 persen DNA dengan orangutan serta 99 persen dengan simpanse. Meski demikian, ada 15 persen genom manusia yang lebih dekat dengan gorila.
3. Curiosity Mendarat di Mars
Manusia terus memiliki mimpi untuk menguak lingkungan Mars, apakah memiliki air, memiliki kehidupan dan bisa menjadi habitat manusia di masa depan. Tahun ini, ada lompatan besar dalam misi Mars, yaitu keberhasilan wahana Curiosity mendarat di Mars pada 6 Agustus 2012.
Beberapa penemuan telah dihasilkan Curiosity, seperti menyatakan bahwa batu “Jake” di Mars mirip batu di Bumi, tanah Mars memiliki karakteristik seperti di wilayah Hawaii serta keberhasilan menemukanbukti terkuat adanya air di Mars.
Curiosity adalah robot kendaraan beroda enam yang dilengkapi beragam instrumen, mulai penembak laser, beragam kamera, alat penyekop dan alat analisis kandungan kimi suatu bahan. Target akhir wahana ini adalah kaki gunung Sharp di Mars.
4. Baumgartner Terjun Melampaui Kecepatan Suara
Felix Baumgartner, skydiver asal Austria, berhasil memecahkan rekor penerjunan dari ketinggian 38,6 km di atas permukaan laut. Ia berhasil melaksanakan misinya setelah mengalami beberapa penundaan.
Baumgartner memecahkan tiga rekor sekaligus. Pertama, terjun tanpa alat bantuan kecuali parasut. Kedua, ia berhasil terjun dari ketinggian tertinggi dengan kecepatan terjun melebihi kecepatan suara.
Baumgartner menuntaskan misi pemecahan rekornya pada 15 oktober 2012 dengan mendarat di gurun wilayah Meksiko. Keberhasilan Baumgartner menjadi inspirasi bagi program penyelamatan astronot di masa depan.
5. Selubung Waktu
Lubang waktu memungkinkan suau peristiwa bisa terjadi tanpa sepengetahuan manusia yang ada di depan peristiwa tersebut
Dengan cara memaniulasi cahaya, ilmuwan berhasil menciptakan selubung waktu. Keberhasilan ini membantu menciptakan sistem pengiriman data tanpa gangguan di masa depan dan serta penciptaan superkomputer dengan chip mumpuni.
6. Bayi Badak Sumatera “Andatu” Lahir
Andatu, bayi badak yang lahir di Taman Nasional Way Kambas pada sabtu (23/6/2012) pukul 00.45 WIB
Indonesia punya prestasi dalam pembiakan badak Sumatera pada tahun 2012. Badak Sumatera bernama Andatu akhirnya berhasil dilahirkan dari pasangan badak jantan asal Kebun Binatang Cincinati, Andalas, dan badak Sumatera betina di Lampung, Ratu.
Keberhasilan pembiakan badak Sumatera telah ditunggu dunia selama 124 tahun. Badak Andalas selanjutnya akan dikawinkan lagi dengan dua badak betina lainnya. Keberhasilan konservasi badak Jawa selanjutnya ditunggu.

Sumber : http://science.lintas.me/go/dogfirefly.blogspot.com/6-lompatan-besar-pengetahuan-sepanjang-2012/

ASTRONOMI adalah ilmu tertua sepanjang sejarah peradaban manusia,zaman babilonia, sumeria, mesir, china dan setelah runtuhnya kebudayaan Yunani dan Romawi pada abad pertengahan, maka kiblat kemajuan ilmu astronomi berpindah ke bangsa Arab. Astronomi berkembang begitu pesat pada masa keemasan Islam (8 – 15 M). Karya-karya astronomi Islam kebanyakan ditulis dalam bahasa Arab dan dikembangkan para ilmuwan di Timur Tengah, Afrika Utara, Spanyol dan Asia Tengah. Salah satu bukti dan pengaruh astronomi Islam yang cukup signifikan adalah penamaan sejumlah bintang yang menggunakan bahasa Arab, seperti Aldebaran dan Altair, Alnitak, Alnilam, Mintaka (tiga bintang terang di sabuk Orion), Algol, Betelguese, Zubelnegubi. Selain itu, astronomi Islam juga mewariskan beberapa istilah dalam `Ratu Sains’ itu yang hingga kini masih digunakan, seperti Alhidade, Azimuth, Almucantar, Almanac, Zenith, Nadir, dan Vega dan masih banyak lagi. Kumpulan tulisan dari astronomi Islam hingga kini masih tetap tersimpan dan jumlahnya mencapai 10 RIBU MANUSKRIP.

Bintang-bintang Alnitak, Alnilam dan Mintaka di sabuk Orion

Menurut para ahli sejarah, kedekatan dunia Islam dengan dunia lama yang dipelajarinya menjadi faktor berkembangnya astronomi Islam. Selain itu, begitu banyak teks karya-karya ahli astronomi yang menggunakan bahasa Yunani Kuno, dan Persia yang DITERJEMAHKAN ke dalam bahasa Arab pada abad ke 9. Salah satu yang diterjemahkan adalah karya Ptolomeus yang termasyhur, ALMAGEST. Proses ini dipertinggi dengan toleransi terhadap sarjana dari agama lain. Sayang, dominasi itu tak bisa dipertahankan umat Islam.

Ahli sejarah sains, Donald Routledge Hill, membagi sejarah astronomi Islam ke dalam 4 periode.

●Periode pertama (700-825 M) adalah masa asimilasi dan penyatuan awal dari astronomi YUNANI, INDIA dan SASSANID.

●Periode kedua (825-1025) adalah masa investigasi besar-besaran dan penerimaan serta modifikasi sistem PTOLOMEUS.

●Periode ketiga (1025-1450 M), masa kemajuan sistem astronomi Islam.

●Periode keempat (1450-1900 M), masa stagnasi, hanya sedikit kontribusi yang dihasilkan.

Ilmuwan Islam begitu banyak memberi kontribusi bagi pengembangan dunia astronomi. Buah pikir dan hasil kerja keras para sarjana Islam di era tamadun itu diadopsi serta dikagumi para saintis Barat. Inilah beberapa ahli astronomi Islam dan kontribusi yang telah disumbangkannya bagi pengembangan ilmu astronomi atau `ratu sains’ itu.

Al-Farghani (… – 870 M)

Nama lengkapnya Abu’l-Abbas Ahmad ibn Muhammad ibn Kathir al-Farghani. Ia merupakan salah seorang sarjana Islam dalam bidang astronomi yang amat dikagumi. Beliau adalah merupakan salah ahli astronomi pada masa Khalifah Al-Ma’mun. Dia menulis mengenai astrolabe dan menerangkan mengenai teori matematik di balik penggunaan peralatan astronomi itu. Kitabnya yang paling populer adalah Fi Harakat Al-Samawiyah wa Jaamai Ilm al-Nujum tentang kosmologi.

Buku ini diterjemahkan ke dalam bahasa Latin pada abad ke-12 dan tetap sangat populer di Eropa sampai masa Regiomontanus. Pengetahuan Dante Alighieri tentang astronomi Ptolemaic, yang terlihat dalam bukunya Divina Commedia serta karya-karya lainnya seperti Convivio, tampaknya telah diambil dari karya Alfraganus yang dia baca. Pada abad ke-17 orientalis Belanda Jacob Golius menerbitkan teks Arab atas manuskrip yang diperolehnya di Timur Dekat, dengan terjemahan Latin baru dan catatan yang ekstensif.

Al-Battani (858 – 929 M).

Al-Batani banyak mengoreksi perhitungan Ptolomeus mengenai orbit bulan dan planet-planet tertentu. Dia membuktikan kemungkinan gerhana matahari tahunan dan menghitung secara lebih akurat sudut lintasan matahari terhadap bumi, perhitungan yang sangat akurat mengenai lamanya setahun matahari 365hari, 5 jam, 46 menit dan 24 detik.

Al-Battani mengusulkan teori baru untuk menentukan kondisi dapat terlihatnya bulan baru. Tak hanya itu, ia juga berhasil mengubah sistem perhitungan sebelumnya yang membagi satu hari ke dalam 60 bagian (jam) menjadi 12 bagian (12 jam), dan setelah ditambah 12 jam waktu malam sehingga berjumlah 24 jam.

Buku fenomenal karya Al-Battani pun diterjemahkan Barat. Buku “De Scienta Stelarum De Numeris Stellarum” itu kini masih disimpan di VATIKAN ROMA ITALIA. Tokoh-tokoh astronomi EROPA seperti “Copernicus”, “Regiomantanus”, “Kepler” dan “Peubach” TAK MUNGKIN MENCAPAI SUKSES tanpa jasa Al-Batani. Copernicus dalam bukunya ‘De Revoltionibus Orbium Clestium’ mengaku berutang budi pada Al-Battani.

Al-Sufi (903 – 986 M)

Orang Barat menyebutnya Azophi. Nama lengkapnya adalah Abdur Rahman as-Sufi. Al-Sufi merupakan sarjana Islam yang mengembangkan astronomi terapan. Ia berkontribusi besar dalam menetapkan arah laluan bagi matahari, bulan, dan planet dan juga pergerakan matahari. Dalam Kitab Al-Kawakib as-Sabitah Al-Musawwar, Azhopi menetapkan ciri-ciri bintang, memperbincangkan kedudukan bintang, jarak, dan warnanya. Ia juga ada menulis mengenai ASTROLABEL (perkakas kuno yang biasa digunakan untuk mengukur kedudukan benda langit pada bola langit) dan seribu satu cara penggunaannya.

Ibnu Yunus (950 -1009 M)

Sebagai bentuk pengakuan dunia astronomi terhadap kiprahnya, namanya diabadikan pada sebuah KAWAH di PERMUKAAN BULAN. Salah satu kawah di permukaan bulan ada yang dinamakan Ibn Yunus. Ia menghabiskan masa hidupnya selama 30 tahun dari 977-1003M untuk memperhatikan benda-benda di angkasa. Dengan menggunakan astrolabe yang besar, hingga berdiameter 1,4meter, Ibnu Yunus telah membuat lebih dari 10 ribu catatan mengenai kedudukan matahari sepanjang tahun.

Karya Ibnu Yunus ‘paling terkenal dalam astronomi Islam adalah  al-Zij al-Kabir al-Hakimi(1000 M), adalah buku panduan dari tabel astronomi yang berisi pengamatan yang sangat akurat, banyak yang mungkin telah diperoleh dengan instrumen astronomi yang sangat besar. Menurut NM Swerdlow, Zij al-Kabir al-Hakimi adalah “sebuah karya orisinalitas luar biasa. Sayang hanya lebih dari setengahnya yang selamat (diketahui)”.

Yunus mengungkapkan solusi dalam zij tanpa simbol matematika, namun Delambre mencatat di tahun 1819 terjemahannya dari tabel Hakemite bahwa dua metode Ibnu Yunus ‘untuk menentukan waktu dari ketinggian matahari atau bintang, setara dengan identitas trigonometri 2cos (a ).cos (b) = cos (a + b) + cos (ab) diidentifikasi dalam naskah abad ke-16 Johannes Werner pada bab kerucut. Sekarang diakui sebagai salah satu formula Werner, formula ini penting untuk pengembangan prosthaphaeresis dan logaritma beberapa puluh tahun kemudian. Ibnu Yunus juga menjelaskan 40 konjungsi planet dan 30 gerhana bulan.

Ibnu Haitham (965 – 10390 M)

Ibnu Haitham merupakan ilmuwan yang gemar melakukan penyelidikan. Penyelidikannya mengenai cahaya telah memberikan ilham kepada ahli sains barat seperti Boger, Bacon, dan Kepler mencipta mikroskop serta teleskop. Ia merupakan orang pertama yang menulis dan menemukan berbagai data penting mengenai cahaya.

Beberapa buah buku mengenai cahaya yang ditulisnya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, antara lain Light dan On Twilight Phenomena. Kajiannya banyak membahas mengenai senja dan lingkaran cahaya di sekitar bulan dan matahari serta bayang-bayang dan gerhana.

Menurut Ibnu Haitham, cahaya fajar bermula apabila mata­hari berada di garis 19 derajat di ufuk timur. Warna merah pada senja pula akan hilang apabila mata­hari berada di garis 19 derajat ufuk barat. Dalam kajiannya, beliau juga telah berhasil menghasilkan kedudukan cahaya seperti bias cahaya dan pembalikan cahaya.

Ibnu Haitham juga turut melakukan percobaan terhadap kaca yang dibakar, dan dari situ ditemukanlah teori lensa pembesar. Teori itu telah digunakan oleh para ilmuwan di Itali untuk menghasilkan kaca pembesar yang pertama di dunia.

Yang lebih menakjubkan ialah Ibnu Haitham telah menemui prinsip isi padu udara sebelum seorang ilmuwan yang bernama Trricella yang mengetahui perkara itu 500 tahun kemudian. Ibnu Haitham juga telah menemukan kewujudan tarikan gravitasi sebelum Issaac Newton mengetahuinya. Selain itu, teori Ibnu Hai­tham mengenai jiwa manusia sebagai satu rentetan perasaan yang bersambung-sambung secara teratur telah memberikan ilham kepada ilmuwan barat untuk menghasilkan wayang gambar. Teori beliau telah membawa kepada penemuan film yang kemudiannya disambung-sambung dan dimainkan kepada para penonton sebagaimana yang dapat kita lihat pada masa kini.

Al-Biruni (973 – 1050 M)
Al Biruni dalam perangko Sovyet

Ahli astronomi yang satu ini, turut memberi sumbangan dalam bidang astrologi pada zaman Renaissance. Ia telah menyatakan bahwa bumi berputar pada porosnya. Pada zaman itu, Al-Biruni juga telah memperkirakan ukuran bumi dan membetulkan arah kota Makkah secara saintifik dari berbagai arah di dunia. Dari 150 hasil buah pikirnya, 35 diantaranya didedikasikan untuk bidang astronomi.

* Saat berusia 17 tahun, dia meneliti garis lintang bagi Kath, Khwarazm, dengan menggunakan altitude maksima matahari.* Saat berusia 22, dia menulis beberapa hasil kerja ringkas, termasuk kajian proyeksi peta, “Kartografi”, yang termasuk metodologi untuk membuat proyeksi belahan bumi pada bidang datar.
* Saat berusia 27, dia telah menulis buku berjudul “Kronologi” yang merujuk kepada hasil kerja lain yang dihasilkan oleh beliau (sekarang tiada lagi) termasuk sebuah buku tentang astrolab, sebuah buku tentang sistem desimal, 4 buku tentang pengkajian bintang, dan 2 buku tentang sejarah.
* Beliau membuat penelitian radius Bumi kepada 6.339,6 kilometer (hasil ini diulang di Barat pada abad ke 16).

Al-Zarqali (1029 – 1087 M)

Saintis Barat mengenalnya dengan panggilan Arzachel. Wajah Al-Zarqali diabadikan pada perangko di Spanyol, sebagai bentuk penghargaan atas sumbangannya terhadap penciptaan astrolabe yang lebih baik. Beliau telah menciptakan jadwal Toledan dan juga merupakan seorang ahli yang menciptakan astrolabe yang lebih kompleks bernama Safiha.

Al-Zarqali mengoreksi data geografis dari Ptolemy dan Al-Khwarizmi. Secara khusus, ia mengoreksi perkiraan Ptolmey tentang panjang laut Mediterania dari 62 derajat ke nilai yang benar, yaitu 42 derajat. Dalam risalahnya yang berjudul tahun matahari, yang bertahan hanya dalam terjemahan bahasa Ibrani, ia adalah yang pertama yang menunjukkan gerak relatif dari  apogee matahari terhadap latar belakang bintang tetap. Ia mengukur laju gerak adalah 12,9 detik per tahun, yang sangat dekat dengan perhitungan modern 11,6 detik. Model Al-Zarqālī untuk gerakan Matahari,. Dimana pusat deferent Matahari bergerak perlahan melingkar untuk mereproduksi gerakan teramati dari apogee surya, telah dibahas pada abad ketiga belas oleh Bernard dari Verdun dan pada abad kelima belas oleh Regiomontanus dan Peurbach. Pada abad keenam belas Copernicus mengembangkan dan memodifikasi model ini, ke bentuk heliosentris, dan dia tulis di dalam De Revolutionibus Orbium Coelestium nya.

Jabir Ibn Aflah (1100–1150)

Abū Muḥammad Jabir bin Aflah (bahasa Arab: أبو محمد جابر بن أفلح, Latin: Geber / Gebir, 1.100-1.150) adalah seorang astronom Muslim dan matematika dari Sevilla, yang aktif di Andalusia abad ke-12. Karyanya Islah al-Majisṭi (Koreksi dari Almagest) mempengaruhi astronomi Islam, Yahudi dan Kristen.

Karya ini merupakan komentar dan pengerjaan ulang dari Almagest nya Ptolemy dan merupakan kritik pertama terhadap Almagest di dunia Islam bagian barat. Dia terutama mengkritik dasar matematika dari Almagest. Misalnya ia menggantikan penggunaan teorema Menelaus ‘ yang didasarkan pada trigonometri bola, dengan apa yang tampaknya merupakan upaya untuk meningkatkan presisi matematis dari pekerjaan. Teorema baru ini telah dikembangkan oleh sekelompok ahli matematika islam abad 10 yang termasuk Abu al-Wafa ‘Būzjānī dan kemudian juga oleh Abu Abdullah Muhammad ibn Muadh Al-Jayyani yang bekerja di Andalusia selama abad ke-11. Jabir tidak mengambil kredit dari salah satu penulis dan tidak mengacu pada seorang penulis Islam tunggal dalam karya ini.

Salah satu perubahan substansial yang dibuat Jabir untuk akun Ptolemy adalah bahwa ia menempatkan orbit Venus dan Merkurius, planet-planet minor, di luar dari Matahari, dan bukan antara Bulan dan Matahari seperti yang dituliskan dalam karya asli Ptolemy.

Dia menciptakan instrumen pengamatan yang dikenal sebagai torquetum, alat mekanis untuk mengubah antara sistem koordinat bola.

Torquetum

Beberapa penulis Islam kemudian dipengaruhi oleh Jabir, termasuk Ibnu Rusyd (Averroes) dan Nur ad-Din al-Betrugi, keduanya bekerja di Andalusia. Karya Jabir juga menular ke Mesir pada abad ke-12 oleh Maimonides dan lebih ke timur pada akhir abad ke-13.

Karya Jabir diterjemahkan dari bahasa Arab ke bahasa Ibrani dan Latin, yang terakhir oleh Gerard dari Cremona, yang melatinkan namanya menjadi “Geber”. Melalui saluran ini, karya Jabir memiliki pengaruh luas pada matematikawan dan astronom Eropa yang muncul kemudian dan membantu memperkenalkan trigonometri di Eropa.

Sebagian besar materi pada trigonometri bola di ‘Regiomontanus Pada Segitiga (c.1463) diambil secara langsung dan tanpa kredit dari karya Jabir, seperti yang tercantum dalam abad ke-16 oleh Gerolamo Cardano. Trigonometri yang Nicholas Copernicus (1473-1543) diuraikan dalam bagian pertama dari karya fiksi ilmiah De revolutionibus juga rupanya terinspirasi oleh Jabir.

Nasiruddin at-Tusi (1201 – 1274 M)

Nasiruddin at-Tusi berhasil membuat tabel pergerakan planet yang sangat akurat. Kontribusi lainnya yang amat penting bagi perkembangan astronomi adalah kitab Zij-i Ilkhani yang ditulis dalam bahasa Persia dan lalu diterjemahkan dalam bahasa Arab. Kitab itu disusun setelah 12 tahun memimpin obeservatorium Malagha.

Selain itu, al-Tusi juga berhasil menulis kitab terkemuka lainnya berudul Al-Tadhkira fi’ilm Al-hay’a (Memoir Astronomi). Nasiruddin mampul memodifikasi model semesta episiklus Ptolomeus dengan prinsip-prinsip mekanika untuk menjaga keseragaman rotasi benda-benda langit. Ia wafat pada 26 Juni 1274 di Baghdad. Meski begitu, jasa dan kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan masih tetap dikenang.

Ibnu Al Syatir (1304 – 1375 M)

Ide Ibn Al-Syatir tentang PLANET BUMI MENGELILINGI MATAHARI telah Menginspirasi Copernicus. Akibatnya, COPERNICUS dimusuhi gereja dan dianggap pengikut setan. Demikian juga GALILEO, yang merupakan pengikut Copernicus, secara resmi dikucilkan oleh Gereja Katolik dan dipaksa untuk bertobat, namun dia menolak.

Ibnu Al-Shatir merombak habis Teori Geosentris yang dicetuskan Claudius Ptolemaeus atau Ptolemy (90 SM– 168 SM). Secara matematis, al-Shatir memperkenalkan adanya epicycle yang rumit (sistem lingkaran dalam lingkaran). Al-Shatir mencoba menjelaskan bagaimana gerak merkurius jika bumi menjadi pusat alam semestanya dan merkurius bergerak mengitari bumi.

Model bentuk Merkurius Ibnu al-Shatir menunjukkan penggandaan dari epicycle menggunakan Tusi-couple, sehingga menghilangkan eksentrik dan equant teori Ptolemaic. Menurut George Saliba dalam karyanya A History of Arabic Astronomy: Planetary Theories During the Golden Age of Islam, Kitab Nihayat al-Sul fi Tashih al-Usul, merupakan risalah astronomi Ibnu Al-Shatir yang paling penting.

“Dalam kitab itu, secara drastis ia mereformasi model matahari, bulan, dan planet Ptolemic. Dengan memperkenalkan sendiri model non-Ptolemic yang menghapuskan epicycle pada model matahari, yang menghapuskan eksentrik dan equant. Dengan memperkenalkan epicycle ekstra pada model planet melalui model Tusi-couple, dan yang menghilangkan semua eksentrik/eccentric, epicycle dan equant di model bulan,” jelas Saliba.

Model Ibn al-Shatir untuk penampilan Merkurius, menunjukkan perbanyakan epicycles menggunakan Tusi-couple, menghilangkan eksentrik dan equant teori Ptolemaic.

Sebelumnya, aliran Maragha hanya berpatokan pada model yang sama dengan model Ptolemaic. Model geometris Ibnu al-Shatir merupakan karya pertama yang benar-benar unggul daripada model Ptolemaic karena modelnya ini lebih baik sesuai dengan pengamatan empiris.

Ibnu al-Shatir juga berhasil melakukan pemisahan filsafat alam dari astronomi dan menolak model empiris Ptolemic dibanding filsafat dasar. Tidak seperti astronomer sebelumnya, Ibnu al-Shatir tidak peduli dengan mempertahankan teori prinsip kosmologi atau filsafat alam (atau fisika Aristoteles), melainkan untuk memproduksi sebuah model yang lebih konsisten dengan pengamatan empiris.

Modelnya menjadi lebih baik sesuai dengan pengamatan empiris daripada model-model sebelumnya yang diproduksi sebelum dia. Saliba menambahkan karyanya tersebut menjadi karya penting dalam astronomi, yang dapat dianggap sebagai sebuah “Revolusi ilmiah sebelum Renaissance”.

Dalam membuat model barunya tersebut, Ibnu al-Shatir melakukan pengujian dengan melakukan pengamatan empiris. Tidak seperti astronomer sebelumnya, Ibnu al-Shatir umumnya tidak keberatan terhadap falsafah astronomi Ptolemaic, tetapi ia ingin menguji seberapa jauh teori Ptolemy cocok dengan pengamatan empirisnya.

Dia menguji model Ptolemaic, dan jika ada yang tidak cocok dengan pengamatannya, maka ia akan merumuskan sendiri model non-Ptolemaic pada bagian yang tidak cocok dengan pengamatannya. Pengamatannya yang akurat membuatnya yakin untuk menghapus epicycle dalam model matahari Ptolemaic.

Ibnu al-Shatir juga merupakan astromer pertama yang memperkenalkan percobaan dalam teori planet untuk menguji model dasar empiris Ptolemaic. Saat menguji model matahari Ptolemaic, Ibnu al-Shatir memaparkan ”pengujian nilai Ptolemaic untuk bentuk dan ukuran matahari dengan menggunakan pengamatan gerhana bulan.”

“Karyanya tentang percobaan dan pengamatannya memang telah musnah, namun buku The Final Quest Concerning the Rectification of Principles adalah milik al-Shatir,” papar Saliba.

Pengaruh Karya Ibnu Al-Shatir

“Meskipun sistemnya merupakan geosentri yang kuat, dia telah menghapuskan equant dan accentric Ptolemaic dan rincian sistem matematikanya hampir serupa dengan karya Copernicus’ De revolutionibus,” jelas V Roberts and E. S. Kennedy dalam karyanya “The Planetary Theory of Ibn al-Shatir”.

Menurut Saliba, model bulan Copernicus juga tidak berbeda dengan model Ibnu al-Shatir. Dengan demikian dapat percaya bahwa model Ibnu al-Shatir telah diadaptasi oleh Copernicus dalam model heliocentric.

“Walaupun masih belum jelas bagaimana ini dapat terjadi, diketahui bahwa manuskrip Byzantine Yunani yang berisi Tusi-couple tempat Ibnu al-Shatir bekerja telah mencapai Italia pada abad ke-15 M,” jtutur AI Sabra dalam karyanya “Configuring the Universe: Aporetic, Problem Solving, and Kinematic Modeling as Themes of Arabic Astronomy”.

Saliba menambahkan, diagram model heliocentric yang dikembangkan Copernicus, termasuk tanda-tanda dari poin, hampir sama dengan diagram dan tanda-tanda yang digunakan Ibnu al-Shatir pada model geosentrisnya. “Sehingga sangat mungkin bahwa Copernicus terpengaruh karya Ibnu al-Shatir,” ujarnya.

YM Faruqi dalam karyanya ” Contributions of Islamic scholars to the scientific enterprise”, mengungkapkan, “Teori pergerakan bulan Ibnu al-Shatir sangat mirip dengan yang dicetuskan Copernicus sekitar 150 tahun kemudian”. Begitulah Ilmuwan Muslim al-Shatir mampu memberi pengaruh bagi dunia Barat.

Kontribusi Al-Shatir dalam Bidang Teknik
* Jam Astrolab
David A King dalam bukunya bertajuk The Astronomy of the Mamluks menjelaskan bahwa Ibnu al-Shatir menemukan jam astrolabe pertama di awal abad ke-14 M.

Astrolab adalah instrumen astronomi zaman dahulu yang digunakan oleh astronom, navigator, dan astrolog pada era klasik. Astrolab banyak digunakan untuk menentukan lokasi dan memprediksi posisi matahari, bulan, planet, dan bintang; menentukan waktu lokal dengan diketahui letak bujur dan letak lintang; survei; serta triangulasi. Pada era Islam abad pertengahan, astrolab terutama digunakan untuk mempelajari astronomi, navigasi, survei, penentu waktu, salat, serta menentukan arah kiblat.

Sebuah Risalah menjelaskan pentingnya Astrolabe oleh Nasir al-Din al-Tusi

* Jam Matahari
Menurut catatan sejarah, sundial atau jam matahari merupakan jam tertua dalam peradaban manusia. Jam ini telah dikenal sejak tahun 3500 SM. Pembuatan jam matahari di dunia Islam dilakukan oleh Ibnu al-Shatir, seorang ahli Astronomi Muslim ( 1304-1375 M). “Ibnu al-Shatir merakit jam matahari yang bagus sekali untuk menara Masjid Umayyah di Damaskus,” ujar David A King dalam karyanya bertajuk The Astronomy of the Mamluks.

Berkat penemuannya itu, ia kemudian dikenal sebagai muwaqqit (pengatur waktu ibadah) pada Masjid Umayyah di Damaskus, Suriah. Jam yang dibuat Ibnu al-Shatir itu masih tergolong jam matahari kuno yang didasarkan pada garis jam lurus. Ibnu al-Shatir membagi waktu dalam sehari dengan 12 jam, pada musim dingin waktu pendek, sedangkan pada musim panas waktu lebih panjang. Jam mataharinya itu merupakan polar-axis sundial paling tua yang masih tetap eksis hingga kini.

“Jam mataharinya merupakan jam tertua polar-axis sundial yang masih ada. Konsep kemudian muncul di Barat jam matahari pada 1446,” ungkap Jones, Lawrence dalam karyanya “The Sundial And Geometry”.

* Kompas
David A.King mengatakan Ibnu al-Shatir juga menemukan kompas, sebuah perangkat pengatur waktu yang menggabungkan jam matahari dan kompas magnetis pada awal abad ke-14 M.

* Instrumen Universal
Ibnu al-Shatir menjelaskan instrumen astronomi lainnya yang ia disebut sebagai “instrumen universal”. Penemuan al-Shatir ini kemudian dikembangkan seorang astronomer dan rekayawasan legendaris di era kekhalifahan Turki Usmani, Taqi al-Din. Iinstrumen itu digunakandi observatorium al-Din Istanbul 1577-1580 M

Kegemilangan Observatorium Ulugh Beg

Sejatinya observatorium pertama di dunia dibangun astronom Yunani bernama HIPPARCHUS (150 SM). Namun, di mata ahli astronomi Muslim abad pertengahan, konsep observatorium yang dilahirkan Hipparcus itu jauh dari memadai. Sebagai ajang pembuktian, para sarjana Muslim pun membangun observatorium yang lebih moderen pada zamannya.

Sejumlah astronom Muslim yang dipimpin Nasir al-Din al-Tusi berhasil membangun observatorium astronomi di Maragha pada 1259 M. Observatorium itu dilengkapi perpustakaan dengan koleksi buku mencapai 400 RIBU judul. Observatorium Maragha juga telah melahirkan sejumlah astronom terkemuka seperti, QuIb al-Din al-Shirazy, Mu’ayyid al-Din al-Urdy, Muiyi al-Din al-Maghriby, dan banyak lagi.

Model dari observatorium Maragha

Ahli astronomi Barat, Kevin Krisciunas dalam tulisannya berjudul The Legacy of Ulugh Beg mengungkapkan, observatorium termegah yang dibangun sarjana Muslim adalah ULUGH BEG. Observatorium itu dibangun seorang penguasa keturunan Mongol yang bertahta di Samarkand bernama Muhammad Taragai Ulugh Beg (1393-1449). Dia adalah seorang pejabat yang menaruh perhatian terhadap astronomi.

Ketertarikan Ulugh Beg dalam astronomi bemula, ketika dia mengunjungi Observatorium Maragha yang dibangun ahli astronomi Muslim terkemuka, Nasir al-Din al-Tusi,” tutur Krisciunas. Geliat pengkajian astronomi di Samarkand mulai berlangsung pada tahun 1201. Namun, aktivitas astronomi yang sesungguhnya di wilayah kekuasaan Ulugh Beg mulai terjadi pada 1408 M.

Ulugh Beg Observatory

 

Ghirah astronomi di Samarkand mengalami puncaknya ketika Ulugh Beg mulai membangun observatorim pada 1420. Menurut Kriscunas, berdasarkan laporan yang ditulis ahli astronomi pada saat iru, Al-Kashi aktivitas pengkajian astronomi di Observatorium Ulugh Beg didukung oleh 70 SARJANA. Para ahli astronomi itu mendapatkan perlakukan istimewa dengan fasilitas dan gaji yang luar biasa besarnya. Observatorium ini beroperasi selama 50 tahun.

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”. (QS 3:190-191)

Sumber : http://versesofuniverse.blogspot.com/2012/12/para-ilmuwan-astronomi-muslim.html

Kala itu, jelang kelahiran iPhone 4, gambar yang menunjukkan smartphone besutan Apple itu sontak mengejutkan banyak pihak. Ya, perusahaan yang dikenal jago menjaga rahasia produknya, kecolongan.
Alkisah ketika Brian Morgan, yang waktu itu masih berusia 21 tahun secara tak sengaja memperoleh prototype iPhone 4 saat berada di salah satu bar.
Dalam pengakuannya di situs Reddit, ia terpaksa membawa pulang prototype dan kejadian tersebut pun otomatis mengubah hidupnya secara drastis.
“Saya berada di sebuah bar bersama dua teman, saat itu sudah larut malam. Tiba-tiba ada orang mabuk berjalan ke arahku, mengakat telefon di kursi bar sebelah saya mengatakan jangan lupa telefon Anda,” katanya menuturkan.
Morgan saat itu menyadari bahwa handset tersebut bukanlah miliknya, akan tetapi pria yang dalam kondisi mabuk itu bersikeras bahwa telefon tersebut miliknya. “Saya bertanya-tanya dan tidak bisa mencari tahu siapa identitas pemilik telefon itu,” ceritanya lebih jauh.
Ketika ia sadar dan terbangun dari tidurnya, Morgan mendapati ada yang aneh dari telefon tersebut. Pasalnya layar memiliki resolusi yang lebih tinggi serta beberapa tombol yang tidak familiar.
“Saya menemukan iPhone dengan bagian belakang datar, tepi rata dan kamera menghadap ke depan,” ungkapnya. Morgan juga melihat kode Xs di bagian belakang, yang merujuk pada piranti prototipe.
Singkat cerita, akhirnya ia menjual piranti tersebut ke situs teknologi Gizmodo seharga USD5 ribu. Morgan juga akan menerima tambahan uang sebesar USD3 ribu jika Apple mengonfirmasi handset tersebut merupakan milik mereka.
Kejadian ini pun menarik perhatian banyak pihak, bahkan pihak berwenang mulai menyelidiki masalah ini. Ia pun mendapati rumahnya degeledah polisi, dan Morgan mau tak mau harus pindah ke hotel selama seminggu penuh untuk menghidari kejaran media.
“Itu sangat sulit bagi keluarga saya, ada mobil media di depan rumah dan akhirnya kami putuskan untuk tinggal di sebuah hotel selama sepekan,” katanya.
“Sama saya mulai muncul di media lantaran pacar saya membuat posting-an di Facebook, padahal saya sudah minta untuk dihapus, namun kalah cepat dengan media,” tutup Morgan yang saat ini harus meladeni masalah hukum dari pihak berwenang karena kasus ini. (fmh)
Banyak pihak yang menduga desas-desus perihal kehadiran BlackBerry Messenger (BBM) di perangkat iOS dan Android dalam waktu dekat akan mematikan pamor BlackBerry. Seakan menepis kabar ini, perusahaan dalam waktu dekat siap melaporkan pendapatannya secara global.
Sebagai penanda kebangkitan penjualan BlackBerry – dulunya Research In Motion (RIM) — yang kian dikabarkan lesu, bulan lalu akhirnya resmi melepas smartphone berbasis BlackBerry 10 yakni Q10 di Amerika Serikat (AS). Handset dengan penampilan glamor dengan balutan logam mulia ini mengusung fitur layar sentuh dan keyboard QWERTY.
“Ini merupakan langkah lanjutan dalam arah yang tepat untuk BlackBerry sebagai umpan penjualan yang baik. Tak hanya itu, smartphone ini juga menjadi sesuatu yang sudah dinanti-nantikan oleh pengguna BlackBerry di seluruh dunia,” kata analis IDC Ramon Llamas sebagaimana dikutip dari USA Today, Jumat (28/6/2013).
BlackBerry Q10 hadir setelah sebelumnya sempat mengeluarkan Z10. Akan tetapi, pialang di Pacific Crest mengatakan bahwa penjualan Z10 di Inggris dan Kanada telah mengalami penurunan tak lama setelah peluncuran perdananya.
Dengan merombak tampilannya dengan layar sentuh menjadi upaya BlackBerry untuk kembali mencengkram pasar yang kini dikuasai oleh Samsung dan Apple. Hasilnya, BlackBerry telah mencapai 7,7 juta penjualan smartphone pada kuartal kedua (Mei 2013).
Sebagai perbandingan, handset asal Kanada tersebut hanya berhasil menjual 6 juta produk pada kuartal pertama, seperti hasil survei yang dilakukan Bloomberg. (amr)

 

JAKARTA-NASA mengajak penduduk dunia menyaksikan Mars dari kacamata robot Curiosity dengan menampilkan foto berukuran miliaran piksel di situsnya.
https://i1.wp.com/www.bisnis.com/thumb/300x225/0/uploads/images/130606_nasa.jpg

Tampilan berukuran 1,3 miliar piksel itu bisa diperbesar sampai detl batu terkecil pada titik pandang tertentu dan bisa diarahkan ke segala sudut hingga 360 derajat.

Jet Propulsion Lab NASA mengolah tampilan tersebut dari sekitar 900 foto yang dikirim Curiosity ke bumi dari rangkaian penjelajahannya di permukaan Mars.

NASA menampilkan dengan jelas gurun di titik tempat Curiosity mengambil sampel pasir pertamanya hingga gunung raksasa yang diberi nama Mount Sharp di kejauhan.

Foto diatas merupakan tampilan dalam ukuran yang diperkecil. Tampilan panorama dan 360 derajat dalam ukuran penuh dapat diakses di  http://mars.nasa.gov/bp1/

Sumber : http://science.lintas.me/go/bisnis.com/nasa-hadirkan-foto-permukaan-mars-ukuran-miliaran-piksel

 

 

Tembok besar China adalah bangunan yang masuk dalam kategori 7 keajaiban dunia pada tahun 1997. Tembok yang memiliki nama Tembok Sepanjang 10.000 Li ini merupakan bangunan terpanjang yang pernah di buat manusia pada masa Dinasti Qing dengan panjang keseluruhan tembok 8.850 km.
 
                                 
                                                                      Shanhaiguan ujung timur Tembok Besar China
 
Tembok ini dibangun atas perintah Kaisar pertama China yaitu Qin Shi Huang, untuk melindungi Kekaisaran China. Butuh waktu puluhan tahun yakni dari 220 – 206 SM untuk merampungkan tembok raksasa ini.
 
Tembok besar China merupakan tujuan wisata turis di dunia banyak turis asing setiap tahunnya mengunjungi tembok besar China ini. Namun tahukah Anda dimana ujung dari tembok besar China ini?
 
Top Lake di sebelah barat, ujung lainnya ada di Shanhaiguan. Berada di timur China, Shanhaiguan dijuluki sebagai Old Dragon’s Head atau disebut juga Laolongtou. Ujungnya persis menjorok ke Laut Bohai. Tempat ini jadi destinasi wisata karena di atasnya bertengger menara pemantau dan sebuah kuil.
 
                                
 
 
Shanhaiguan atau Shanhai Pass berlokasi dekat Kota Qinhunangdao, 300 kilometer sebelah timur Beijing. Shanhai Pass memanjang 5 kilometer, bermuara langsung ke laut lepas.
 
Nama Laolongtou diberikan karena ujung tembok ini mirip naga panjang yang kepalanya terbenam di air laut. Pengunjung bisa naik ke atas tembok dan melihat langsung panorama laut lepas, juga mengunjungi menara pemantau dan sebuah kuil di atasnya.
 
                                 
 
Namun rupanya, tak sepenuhnya bagian Laolongtou adalah bangunan asli. Mengutip situs Amusing Planet, pada Juli 1905 tentara Jepang mendarat di Shanhai Pass. Mereka membombardir area itu, menghancurkan beberapa sisi tembok ini. Apa yang berdiri sekarang adalah upaya pemerintah China untuk membuat replika dari bangunan aslinya.
 
Laolongtou dibagi menjadi tujuh bagian yaitu Estuary Stone City, Menara Chenghai, Nereus Temple, Jinglu Beacon Tower, Nanhaikou Pass, Ningchai City, dan Binhai Walls. Dua tempat favorit wisatawan adalah Changtai Tower dan Nereus Temple yang bertengger di atasnya.
 
                              
 
Changtai Tower adalah bangunan dua lantai dengan pondasi kayu dan bata, berfungsi sebagai menara pemantau. Nereus Temple tersohor karena pernah didatangi para Kaisar di masa Dinasti Qing. 
 
Kuil inilah yang jadi tempat mereka berdoa kepada leluhur sebelum melanjutkan perjalanan ke sebelah timur laut China. 
 

 

:: MENUNDA KEMATIAN DENGAN BERSEDEKAH ::

Hanya Allah sajalah yang mengetahui kematian seseorang.
Kisah ini terjadi pada jaman Nabi Ibrahim as, Beliau mempunyai seorang murid yang akan segera menikah. Tapi sebelum pemuda ini menikah , Nabi Ibrahim as ditemui oleh malaikat yang memberitahukan bahwa usia pemuda itu tidak sampai sehari lagi.
Bagaimana kisahnya, yuk kita simak bersama ..

Nabi Ibrahim as

Suatu hari Nabi Ibrahim as didatangi oleh salah satu muridnya, dan ia menceritakan bahwa ia akan segera menikah besok pagi.
Setelah berbincang sejenak, anak muda tersebut meninggalkan Nabi Ibrahim as.

Beberapa saat kemudian, Malaikat Maut mendatangi Nabi Ibrahim dan bertanya,

“Siapa anak muda yang tadi mendatangimu wahai Ibrahim?” tanya Malaikat Maut.

“Yang anak muda tadi adalah sahabat sekaligus muridku,” jawab Nabi Ibrahim as.

“Ada apa dia datang menemuimu?” tanya Malaikat Maut lagi.

“Dia menyampaikan bahwa dia akan melangsungkan pernikahan besok pagi,” jawab Nabi Ibrahim as.

“Wahai Ibrahim, sayang sekali umur anak itu tidak akan sampai besok pagi,” jelas Malaikat Maut.

Setelah berkata demikian, Malaikat Maut pergi meninggalkan Nabi Ibrahim.

Keesokan harinya Nabi Ibrahim as berjalan menuju rumah pemuda tersebut, dan alangkah terkejutnya Nabi Ibrahim melihat pemuda itu masih dalam keadaan hidup.
Dan pemuda itu akhirnya melangsungkan pernikahan dengan lancar. Nabi Ibrahim turut bahagia melihat muridnya menikah.

Walau senang, terbesit rasa sedih, rasa kasihan karena Nabi Ibrahim tahu bahwa kebahagiaannya tak akan lama. Namun apa yang terjadi berkata lain.
Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun, Nabi Ibrahim as malah melihat anak muda ini panjang umurnya, hingga usia anak muda ini 70 tahun.

Nabi Ibrahim merasa penasaran, dan tak lama kemudian malaikat datang menemuinya.
Langsung saja Nabi Ibrahim menanyakan tentang keganjilan itu, karena Malaikat tidak pernah akan berbohong.

“Apa gerangan yang membuat Allah SWT menahan tanganmu untuk tidak mencabut nyawa anak muda itu dulu?” tanya Nabi Ibrahim.

“Wahai Ibrahim, di malam menjelang pernikahannya, anak muda tersebut menyedekahkan separuh dari kekayaannya. Dan ini yang membuat Allah memutuskan untuk memanjangkan umur anak muda tersebut hingga engkau masih melihatnya hidup hingga sekarang,” jelas Malaikat.

Kematian adalah di tangan Allah .. Memajukan atau memundurkan kematian adalah hak Allah semata ..

Diriwayatkan dari sahabat Amr bin Auf, Rasulullah Saw bersabda,“Sesungguhnya sedekah seorang Muslim dapat menambah umurnya, dapat mencegah kematian yang su’ul khotimah, Allah akan menghilangkan sifat sombong, kefakiran, dan sifat berbangga diri darinya.” (HR. Thabrani).

Wallahu a’lam bishawab

Pesan :
Entah kalian yang sudah membaca menganggap ini hanya sebuah dongeng belaka tapi cobalah mengambil sebuah hikmah dari sisi lainnya.
Sejak kecil guru ngaji sy bilang bahwa dengan, BERSILATURAHMI & BERSEDEKAH itu bisa memperpanjang umur, menambah rejeki, sedang apa yang ditulis diatas ada kaitannya dengan bersedekah.
Sudahkan kamu bersedekah hari ini? atau 1 bulan ini lah? belum jg? 5 bulan yang lalu mungkin?  jika belum juga nanti deh atau sekarang jg!! Bukankah 2,5% harta kita itu hak mereka? Masih susah juga untuk berbagi? Ok ga usah berfikir jauh dulu akan bisa memperpanjang umur, berfikirlah kalau sedekah itu ibarat orang menabung di bank. Jika kamu menabung memang uang kamu berkurang tapi itu karna kamu menyimpannya di suatu tempat yang aman. Sama juga dengan bersedekah, sebenarnya uang yg kamu berikan itu kamu titipkan kepada Allah, ketika sewaktu-waktu kamu butuh kembali uangmu yakinlah bahwa rejeki itu akan datang dari segala penjuru yang tak pernah akan kau duga sebelumnya, bisa juga dari sebuah pertolongan yang tak kau sangka.
Tiap hari kita masih bisa makan kan gan?, masih bisa tidur nyenyak? diluaran sana masih banyak orang yang tidak merasakan nikmat seperti yang kita dapat Sumber : http://www.kaskus.co.id/thread/51395f9405346a633f000005/muslim-sharing–menunda-kematian-dengan-bersedekah/

Al-Qura’n turun melalui Jibril as kepada Nabi saw bukan dengan tulisan tapi dengan lisan. Bahkan ayat pertama yang turun kepada beliau bukan “Uktub” atau “Tulislah” tapi ayat pertama turun berbunyi “Iqra’” artinya “Bacalah”. Dari salah satu mu’jizat Nabi saw yang terbesar adalah bahwa beliau itu buta huruf, tidak bisa membaca dan menulis. Tapi kok wahyu yang turun kepada beliau dari Allah baik melalui Jibril atau langsung bisa diterimanya? Karena ingatan dan hapalan Nabi saw super hebat, luar biasa tidak bisa disamakan dengan ingatan dan hapalan orang orang biasa. Maka semua wahyu yang dibacakan Jibril as yang turun dari Allah kepada beliau bisa langsung melekat di ingitan Nabi saw tidak bisa terlepas lagi.
Jelasnya, kalau ada orang mengatakan bahwa Nabi saw itu pintar menulis berarti dia bodoh tidak mengetahui sejarah Nabi saw atau berarti dia telah melecehkan Islam. Orang pintar pada masa Nabi saw bukan orang yang pandai menulis tapi yang hebat pada zaman itu adalah orang yang hapalanya kuat. Kalau begitu menulis bukalah budaya orang Arab. Orang Arab di masa itu merasa malu jika diketahui ia pandai menulis. Karena mereka mengandalkan diri mereka kepada hapalan. Orang yang pandai menulis berarti hapalannya tidak kuat.

Tapi Islam adalah agama terbuka dan bisa menerima budaya. Contohnya setalah wafatnya Nabi saw, para sahabat mulai mengumpulkan Al-Qur’an dari penghapal penghapal agar mu’jizat Nabi itu tidak putus dan habis sepeninggalan mereka atau sehabis para penghapal itu wafat. Maka terbentuklah “lajnah” untuk mengumpulkan Al-Qur’an dan ini tentu memerlukan waktu dan tenaga luar biasa. Setelah terkumpul mulailah mereka menulis demi untuk menjaga keselamatan Al-Qur’an dari tangan tangan kotor dan memeliharanya agar tetap bersih, murni dan terjaga “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya” al-Hijr 9.

Begitu pula hadist hadist Nabi saw yang diriwayatkan atau disampaikan dengan lisan memiliki kedudukan yang lebih kuat daripada riwayat yang disampaikan dengan tulisan. Walaupun demikian, Islam adalah agama terbuka dan menerima budaya yang datang dari luar, atau menerima cara orang lain selama budaya dan cara mereka itu baik tidak keluar dari rel rel syariat Allah. Contohnya adalah pengumpulan Al-Quran dan hadist-hadist Nabi saw, pembuatan surat surat Nabi saw yang dikirim kepada raja raja dan penguasa penguasa dunia setelah Islam mulai kuat di Madinah dan mulai berkembang luas ke seluruh penjuru.

Banyak budaya dan cara orang lain masuk ke dunia Islam dan diterima semasih budaya dan cara itu bisa diterima kebenaranya. Contohnya setelah Rasulallah saw membuat surat surat kepada raja raja dan penguasa penguasa dunia mengajak mereka masuk ke agama Islam, salah seorang sahabat mengatakan bahwa orang-orang kafir tersebut tidak mau menerima surat surat tanpa distempel lebih dahulu, maka Nabi saw memerintahkan para sahabat untuk membuatkan baginya stempel. Kemudian dibuatlah stempel berupa cincin yang berukiran kalimat “Muhammad Rasulullah“. Stempel ini dikenakan Nabi saw di tangan kanan beliau sampai beliau wafat.

langsung aj nih gan lokit nih:

Spoiler for stempelnya:
Semua surat surat Nabi saw yang dikirim kepada raja dan penguasa dunia disambut dengan baik dan sangat dihargai sekali oleh mereka kecuali surat beliau yang dikirim kepada Kisra atau Khosrau II (Penguasa Persia). setibanya surat beliau dan sehabis dibaca surat beliau dirobek robek oleh Khosrau. Rasulallah berdoa: “Ya Allah robek robeklah kerajaannya”.

Kalau kita membaca isi surat surat Nabi saw yang dikirim untuk penguasa penguasa dunia kita bisa lihat dengan jelas bahwa Rasulallah saw adalah seseorang yang ahli berdeplomasi dan sangat pintar bersiasat. Kita bisa lihat bahwa beliau sangat menghargai dan memuliakan kedudukan mereka sebagai penguasa dunia.

Di bawah ini terlampir 4 surat Nabi saw:

Spoiler for Surat Nabi saw untuk Raja Negus (Penguasa Ethiopia):

Isi surat:

Dari Muhammad utusan Islam untuk An-Najasyi, penguasa Abyssinia (Ethiopia). Salam bagimu, sesungguhnya aku bersyukur kepada Allah yang tidak ada Tuhan kecuali Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, dan aku bersaksi bahwa Isa putra Maryam adalah ruh dari Allah yang diciptakan dengan kalimat Nya yang disampaikan Nya kepada Maryam yang terpilih, baik dan terpelihara. Maka ia hamil kemudian diciptakan Isa dengan tiupan ruh dari-Nya sebagaimana diciptakan Adam dari tanah dengan tangan Nya. Sesungguhnya aku mengajakmu ke jalan Allah. Dan aku telah sampaikan dan menasihatimu maka terimalah nasihatku. Dan salam bagi yang mengikuti petunjuk.
Spoiler for Surat Nabi saw untuk Raja Heraclius (Kaisar Romawi):

Isi surat:

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad utusan Allah untuk Heraclius Kaisar Romawi yang agung. Salam bagi siapa yang mengikuti petunjuk. Salain dari pada itu, sesungguhnya aku mengajak kamu untuk memeluk Islam. Masuklah kamu ke agama Islam maka kamu akan selamat dan peluklah agama Islam maka Allah memberikan pahalah bagimu dua kali dan jika kamu berpaling maka kamu akan menanggung dosa orang orang Romawi. “Katakanlah: Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. Al-Imron 64
Spoiler for Surat Nabi saw untuk Raja Khosrau II (Penguasa Persia):

Isi surat:

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad utusan Allah untuk Khosrau, penguasa Persia yang agung. Salam bagi orang yang mengikuti petunjuk, beriman kepada Allah dan RasulNya, dan bagi orang yang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah, Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bagi yang bersaksi bawha Muhammad itu hamba Nya dan utusan Nya. Aku mengajakmu kepada panggilan Allah sesungguhnya aku adalah utusan Allah bagi seluruh manusia supaya aku memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orang-orang kafir. Peluklah agama Islam maka kamu akan selamat. Jika kamu menolak maka kamu akan menanggung dosa orang orang Majusi.
Spoiler for Surat Nabi saw untuk Al-Muqawqis (Penguasa Mesir):

Isi surat:

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad bin Abdullah utusan Allah, untuk al-Muqawqis penguasa Mesir yang agung. Salam bagi siapa yang mengikuti petunjuk. Selain dari pada itu, aku mengajakmu kepada panggilan Allah. Peluklah agama Islam maka kamu akan selamat dan Allah akan memberikan bagimu pahala dua kali. Jika kamu berpaling maka kamu akan menanggung dosa penduduk Mesir.“.

Setelah al-Muqawqis membaca surat Nabi saw, ia membalas surat beliau dan memberikam kepada beliau dua hadiah. Hadiah pertama berupa dua budak belian bernama Maria binti Syamu’n al-Qibthiyyah yang dimerdekakan Nabi saw dan menjadi istri beliau, darinya Rasulallah saw mendapatkan seorang anak yang diberi nama Ibrahim (wafat semasih kecil), nama ini diambil dari nama kakek beliau Nabi Ibrahim as. Dan budak kedua adiknya sendiri Sirin binti Syamu’n Al-Qibthiyyah yang dikimpoii Hassan bin stabit ra, sastrawan unggul pada zaman Nabi saw. Hadiah kedua berupa kuda untuk tunggangan beliau.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : http://izismile.com/2010/03/12/living_inside_the_airplane_35_pics.html