Archive for April, 2013


Air selalu identik dengan basah. Meski terlihat sangat kontradiktif, ilmuwan berhasil menciptakan ‘air kering’ atau dry water. Rupa ‘air kering’ ini mirip gula bubuk dan diharapkan akan jadi ‘percikan besar’ secara komersial.
Tiap partikel dari air ini berisi tetesan air yang dikelilingi lapisan pasir silika. Faktanya, 95 persen dari ‘dry water’ adalah air ‘basah’.Salah satu keunggulan dari produk ini adalah kemampuannya menyerap gas. Para ilmuwan yakin, dry water bisa digunakan untuk melawan pemanasan global (global warming). Caranya, dengan menyerap dan menyaring gas rumah kaca — karbon dioksida (CO2).
Tes membuktikan, air kering ini tiga kali lebih baik dalam hal menyerap CO2 dibandingkan air biasa. Air kering membuktikan bisa berguna menyimpan metana dan memperluas potensi sumber energi gas alam.
Dr Ben Carter dari University of Liverpool mempresentasikan hasil riset dry water dalam The 240th National Meeting of the American Chemical Society di Boston. “Tidak ada yang seperti ini. Kami berharap bisa melihat dry water membuat gelombang di masa depan,” kata dia, seperti dimuat laman Belfast Telegraph, Kamis 26 Agustus 2010.

Aplikasi lainnya didemonstrasikan oleh tim dengan cara menggunakan dry water sebagai katalisator untuk mempercepat reaksi antara hidrogen dan asam maleat. Ini menghasilkan asam suksinat, bahan baku utama yang banyak digunakan untuk membuat obat, bahan makanan, dan produk konsumen. Biasanya hidrogen dan asam maleat harus diaduk secara bersamaan untuk membuat asam suksinat.

Namun, proses ini tak lagi diperlukan jika menggunakan air kering. Ini membuat proses lebih ramah lingkungan dan lebih hemat energi.
“Jika Anda dapat menghapus proses pengadukan, maka kemungkinan Anda membuat penghematan energi yang cukup besar,” kata Dr Carter. Teknologi ini juga dapat diadaptasi untuk menciptakan “emulsi bubuk kering” — campuran dari dua atau lebih cairan yang tak bisa disatukan — seperti minyak dan air. Para peneliti percaya, emulsi kering bisa membuat penyimpanan cairan berbahaya lebih aman dan lebih mudah.

 

Iklan

Kata orang Singapore tentang Indonesia dari Milist Tetangga :

Suatu pagi di Bandar Lampung, kami menjemput seseorang di bandara. Orang itu sudah tua, kisaran 60 tahun. Sebut saja si bapak.

Si bapak adalah pengusaha asal singapura, dengan logat bicara gaya
melayu, english, (atau singlish) beliau menceritakan pengalaman2

hidupnya kepada kami yang masih muda. Mulai dari pengalaman bisnis,
spiritual, keluarga, bahkan percintaan hehehe..

Your country is so rich!

Ah biasa banget kan denger kata2 begitu. Tapi tunggu dulu..

“Indonesia doesn’t need the world, but the world needs Indonesia”

“Everything can be found here in Indonesia, u don’t need the world”

“Mudah saja, Indonesia paru2 dunia. Tebang saja hutan di Kalimantan,

dunia pasti kiamat. Dunia yang butuh Indonesia !”

“Singapore is nothing, we cant be rich without Indonesia . 500.000
orang Indonesia berlibur ke Singapura setiap bulan. Bisa terbayang uang
yang masuk ke kami, apartemen2 dan condo terbaru kami yang membeli pun
orang2 indonesia, ga peduli harga yang selangit, laku keras. Lihatlah
rumah sakit kami, orang Indonesia semua yang berobat.”

“Kalian tahu bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan
Indonesia masuk? Ya, benar2 panik. sangat terasa, we are nothing.”

“Kalian ga tau kan klo Agustus kemarin dunia krisis beras. Termasuk di
Singapura dan Malaysia, kalian di Indonesia dengan mudah dapat beras”

“Lihatlah negara kalian, air bersih dimana2.. lihatlah negara kami, air
bersih pun kami beli dari malaysia. Saya pernah ke Kalimantan, bahkan
pasir pun mengandung permata. Terlihat glitter kalo ada matahari
bersinar. Petani disana menjual Rp3000/kg ke sebuah pabrik China. Dan
si pabrik menjualnya kembali seharga Rp 30.000/kg. Saya melihatnya
sendiri”

“Kalian sadar tidak klo negara2 lain selalu takut meng-embargo
Indonesia?! Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut
kalau kalian menjadi mandiri, makanya tidak di embargo. Harusnya
KALIANLAH YANG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Belilah dari petani2
kita sendiri, belilah tekstil garmen dari pabrik2 sendiri. Tak perlu
kalian impor klo bisa produksi sendiri.”

“Jika kalian bisa mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, Indonesia

will rules the world..”

https://alfinarifin.files.wordpress.com/2013/04/singapore.jpg

Kreatif banget! itulah kata pertama dari admin ketika melihat gambar telur di bawah ini yang dengan sedikit polesan tinta, membuat seakan-akan telur ini memiliki perasaan dan “hidup”. Dan yaa… telur ini serasa benar-benar hidup ya? bagaimana menurut Anda?



Kamu bisa mencobanya juga di rumah… 🙂

Sebuah foto yang baik bisa menceritakan banyak hal. Dan seringkali dibutuhkan momen yang pas untuk menghasilkan foto yang bisa bercerita.

Kali ini, apakabardunia kembali menghadirkan kumpulan foto yang dijepret pada momen yang tepat (right moment). Hasilnya pun jadi unik dan lucu. Lumayan untuk penghibur bagi yang mengalami hari berat di kantor, atau kalian yang mumet meghadapi Ujian Nasional.

Kebetulan di belakang rusa ini ada yang sedang mengepakkan sayapnya. Lalu jepreeet!
Seolah-olah kita melihat keturunan Unicorn ?
 Manusia berkepala anjing?
 Wow, Obama menyalurkan ilmu tenaga dalam atau menangkap matahari?
 Ingat dongeng bahwa manusia memperoleh bayi karena dikirim oleh bangau?
Tampaknya foto ini berhasil menerjemahkan dongeng tersebut 🙂
Mesin cuci yang bosan dengan tugasnya ? 😛
 Anjing ini sangat pintar mencari tempat buang air kecil.
Bila ini iklan kampanye politik, rasanya jadi pukulan telak, ya…
 Lihat roda sepeda ini…
Kupu-kupu dengan pola sayap unik, hinggap di ruang tengkorak mata
dan hasilnya unik, ya 🙂
Perhatikan pelari berkaos biru di sebelah kiri dan yang paling kanan.
Ekspresi wajah mereka menimbulkan interpretasi yang beragam saat kita melihatnya.
  Lihat Celana  salah satu pemain rugby ini robek?
Namun lihat reaksi 3 pemain di sebelah kiri…
Tebak, apakah mereka konsentrasi pada bola atau celana tersebut ? 😛

Korea Utara (Korut) sedang berada dalam tubir perang dengan aksi-aksi yang provokatif kepada negara tetangga serumpunnya, Korea Selatan (Korsel). Tak pelak, mata dunia kini tertuju pada Korut yang selama ini tertutup dari dunia luar. Nah, berikut ini 7 budaya aneh di Korut.

Seperti dikutip dari Live Science, Selasa (9/4/2013), berikut 7 budaya aneh di Korut:

1. Bangsa yang Terisolasi & Mandiri
Di masa modern ini, komunikasi dan globalisasi sudah menembus batas-batas negara, Korut masih berdiri sendiri sebagai negara yang terisolasi. 24 Juta warga Korut hidup dalam pemerintahan diktator yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Korut yang awalnya bersatu dengan Korsel dan dijajah Jepang dalam Perang Dunia II, terpecah saat Jepang kalah dan menyerah. Perang Dingin antara dua kekuatan politik dunia saat itu, Amerika Serikat dan Uni Soviet membuat Korea terbagi dua, AS mengontrol bagian selatan dan Uni Soviet mengontrol bagian utara.

PBB mencoba melakukan reunifikasi namun gagal pada 1948, dan dua negara itu menjadi terpecah permanen. Kemudian Presiden Korut pertama Kim Il Sung, mendeklarasikan kebijakan ‘bergantung pada diri sendiri’ atau kemandirian. Kim Il Sung menutup akses diplomatik dan ekonomi negara itu dari seluruh dunia.

Filosofi ini dikenal dengan istilah ‘juche’ atau yang artinya manusia adalah penguasa segala sesuatu dan menentukan segalanya. Ideologi ini mengharuskan warga Korut mandiri dan bergantung kepada mereka sendiri, termasuk mengelola kemerdekaan ekonomi dan politik, termasuk saat mengalami bencana kelaparan pada tahun 1990-an. Tujuannya, untuk menciptakan sistem pertahanan yang kuat.

2. Pemimpin yang Penuh MitosDinasti yang memimpin Korut selalu mengidentikkan diri dengan hal-hal yang berbau mitos dan supranatural. Bapak pendiri bangsa Korut, Kim Il Sung dikenal sebagai ‘matahari’ dan menyatakan bisa mengendalikan cuaca.

Kemudian, ulang tahun Kim Il Sung, serta penggantinya yang juga putranya Kim Jong Il, selalu dijadikan hari libur nasional. Jasad Kim Il Sung juga diawetkan dan masih tersimpan di Pyongyang, Korut.

Mitos yang melekat pada Kim Jong Il, kelahirannya dielu-elukan sebagai ‘kiriman surga’ oleh media propaganda Korut. Media propaganda itu juga menyebutkan Jong Il bisa mencetak angka sempurna 300, saat pertama kali mencoba bowling. Il Sung juga dikatakan bisa mencetak 5 kali ‘hole-in one’ saat bermain golf. Saat kematiannya pada tahun 2011, disebutkan langit di Gunung Paektu yang dianggap suci, berwarna merah.

Pemimpin terkini, Kim Jong Un, disebut sebagai ‘lahir dari surga’ saat dia naik menjadi pemimpin menggantikan ayahnya. Nah, pada Desember 2012, media memberitakan ditemukan sarang Unicorn, hewan kendaraan Tongmyong, pendiri Kerajaan Korea kuno. Hal ini bukan karena Korut percaya pada hewan yang selama ini dianggap fantasi itu, melainkan menunjukkan legitimasi Jong Un bahwa Korut adalah Korea yang sebenarnya.

3. Penjara Nasional
Dari 24 juta warga Korut, sekitar 154 ribu di antaranya hidup dalam penjara bak kamp konsentrasi. Ada 6 kamp yang dikelilingi pagar berlistrik, 2 di antaranya untuk rehabilitasi dan persiapan keluar kamp. Demikian perkiraan negara serumpunnya Korsel.

Shin Dong-hyuk, satu-satunya warga yang berhasil melarikan diri dari penjara dan keluar dari Korut membuat kesaksian yang dimuat dalam buku berjudul ‘Escape from Camp 14’. Shin lahir di kamp itu karena kedua orang tuanya dipenjara setelah kakak laki-lakinya mencoba melarikan diri ke Korsel.

Penyiksaan, malnutrisi, kerja paksa dan eksekusi publik selalu menjadi cara hidup di kamp itu, yang salah satunya diketahui dari citra satelit. Menurut laporan Amnesti Internasional 2011, diperkirakan 40% warga kamp meninggal karena kelaparan dan kurang gizi.

4. Kehidupan Sosial & Propaganda
Karena begitu terisolasi, sulit membayangkan kehidupan sehari-hari warga Korut. Jurnalis Barbara Demick mewawancarai warga Korut yang melarikan diri ke Korsel dan dimuat dalam buku “Nothing to Envy: Ordinary Lives in North Korea” tahun 2009.

Dari pengakuan warga Korut, mereka mendeskripsikan bahwa kehidupan sosial sangat terikat kepada keluarga. Saat bencana kelaparan tahun 1990, generasi kakek-nenek yang kelaparan pertama kali mencoba menyisakan makanan ke anak-anaknya, dan seterusnya. Informasi yang diterima pun hanya propaganda pemerintah.

Tak heran, beberapa warga Korut yang berhasil keluar menyelundupkan DVD ke Korut agar warganya mengetahui dunia luar negaranya.

Saat ini, jurnalis asing yang diizinkan berkunjung namun diawasi ke Pyongyang telah boleh membawa HP 3G dan memungkinkan untuk mengambil gambar hidup keseharian di kota itu.

5. Pasar Gelap
Segala hal yang dilarang membuat banyaknya penyelundupan dan pasar gelap. Beberapa pasar gelap bahkan mengatur bagaimana memindahkan barang ke perbatasan Korut melalui Cina, seperti makanan dan bahan mentah.

Penyelundupan DVD Korsel juga marak, dan itu dilawan oleh rezim Korut yang mengatakan pada warganya bahwa Korsel lebih buruk dari mereka.

Meski komunis dan alat-alat produksi dikuasai negara, namun memiliki kendaraan diizinkan untuk personel militer dan PNS. Warga Korut dilarang bepergian jauh-jauh dan dibatasi. Namun tahun 1990-an, saat institusi militer dan elit partai korup merajai, kondisi ini dimanfaatkan.

Anggota militer dan PNS membuat aturan kendaraan harus terdaftar, kemudian merekrut sopir pribadi untuk mengemudikan kendaraannya sebagai angkutan bagi warga atau taksi gelap. Nah, hal ini menjadi salah satu faktor yang bisa melancarkan penyelundupan.

6. Akses Internet Terbatas
Akses internet di negara ini hampir tak bisa diakses. Akses internet bisa bila sudah mendapatkan izin dari pemerintah. Warga Korut yang memiliki komputer pun, yang biasanya hidup di kota besar, hanya bisa mengakses situs Kwangmyong, jaringan domestik yang tertutup.

Namun tahun ini, jurnalis yang ke Korut dan harus menyalakan HP 3G mereka bisa mengakses internet. Ya, hanya untuk pengunjung dari luar negeri saja.

7. Adaptasi yang Susah
Dengan akses terbatas di dunia nyata maupun maya dari dunia luar, tak heran warga Korut harus berjuang untuk menyesuaikan diri. Banyak warga Korut paranoid, kelaparan dan banyak yang tidak tahu sejarah dunia di luar Korut kecuali propaganda pemerintah.

“Pendidikan di Korut sia-sia untuk hidup di Korsel,” ujar Kepala Sekolah Berasrama untuk Pengungsi Korut, Gwak Jong-moon dalam buku “Escape from Camp 14”.

“Ketika Anda terlalu lapar, Anda tidak akan belajar, dan guru tidak akan mengajar. Banyak siswa kami yang telah bersembunyi di Cina bertahun-tahun tanpa punya akses ke sekolah. Anak kecil di Korut, mereka terbiasa memakan kulit kayu dan berpikir itu normal,” imbuh Gwak.

Angka bunuh diri pengungsi Korut di Korsel 2,5 kali lipat dari pada angka di Korsel sendiri.

sumber : http://news.detik.com/read/2013/04/09/135149/2215454/1148/mengintip-7-budaya-aneh-di-negara-terisolasi-korut?991104topnews

1. Cium Tangan pada Orang Tua

Dulu sebelum kita mau pergi atau pulang pasti kita bakal cium tangan orang tua kita dulu, itu adalah tanda kita meminta doa semoga dilancarkan dalam perjalanan dan bisa sampai dengan selamat, tapi anak anak sekarang jika akan pergi kemana mana pasti selalu langsung pergi dan itu membuat orang tua kita khawatir, jadi biasakanlah cium tangan orang tua agan jika akan pergi atau pulang

2. Penggunaan Tangan Kanan

Kalo di luar negeri sih, ane rasa gak masalah dengan penggunaan tangan baik kanan ataupun kiri, tapi hal ini bukanlah budaya kita . Budaya kita mengajarkan untuk berjabat tangan, memberikan barang, ataupun makan menggunakan tangan kanan.
(kecuali memang di anugerahi kebiasaan kidal sejak lahir)

3. Senyum dan Sapa

Ini sih Indonesia banget! Dulu citra bangsa kita identik dengan ramah tamah dan murah senyum. So, jangan sampai hilang, ya! Ga ada ruginya juga kita ngelakuin hal ini, toh juga bermanfaat bagi kita sendiri. Karena senyum itu ibadah dan sapa itu menambah keakraban dengan sekitar kita.

4. Musyawarah

Satu lagi budaya yang udah jarang ditemuin khususnya di kota-kota besar semisal Jakarta. Kebanyakan penduduk di kota besar hanya mementingkan egonya masing-masing, pamer inilah itulah, mau jadi pemimpin kelompok ini itu dan bahkan suka main hakim sendiri.

Tapi coba kita melihat desa-desa yang masih menggunakan budaya ini mereka hidup tentram dan saling percaya, ga ada yang namanya saling sikut dan menjatuhkan, semua perbedaan di usahakan secara musyawarah dan mufakat. Jadi sebaiknya ente yang ‘masih’ merasa muda harus melestarikan budaya ini demi keberlangsungan negara Indonesia yang tentram dan cinta damai.

5. Gotong Royong

Dan budaya yang terakhir “Itu bukan urusan gue!”, “emang gue pikiran”, Whats up bro? Ada apa dengan kalian? Hayoolah kita sebagai generasi muda mulai menimbulkan lagi rasa simpati dengan membantu seksama, karena dengan kebiasaann seperti inilah bangsa kita bisa merdeka saat masa penjajahan, ga ada tuh perasaan curiga, dan dulu persatuan kita kuat

Nah itulah budaya indonesia yang zaman sekarang ini udah agak ngilang, ayo mari sebagai warga negara Indonesia yang baik mari kita terapkan dalam kehidupan sehari hari kita

sumber : http://www.kaskus.co.id/thread/50c9799c0b75b4a224000005/5-kebudayaan-indonesia-yang-perlahan-lahan-hilang

Bepergian ke tempat asing, terutama hutan atau gunung, mengharuskan traveler untuk membawa kompas. Sayangnya, keberadaan benda yang satu ini sering terlupakan, bingung menentukan arah jika tersesat pun bisa membayangi Anda. Untuk menentukan arah mata angin, kompas memang sangat diperlukan. Tapi bagaimana kalau Anda lupa membawanya saat berada di tengah hutan?

Agar dapat kembali ke tujuan semula, ikuti 7 tips cara menentukan arah tanpa menggunakan kompas. Inilah cara mudah menentukan arah tanpa menggunakan kompas:

1. Jarum/Silet di permukaan air

Ada cara yang paling umum digunakan seseorang untuk menentukan arah, yaitu membuat kompas sederhana. Caranya mudah, hanya bermodalkan jarum atau silet yang digosok ke permukaan kering, dan ditusukkan ke gabus. Gabungan silet dan gabus kemudian diletakkan di atas permukaan air, sehingga terlihat mengapung. Ujung silet atau jarum pada kompas sederhana ini selalu menunjuk ke arah utara atau selatan.

2. Melihat kuburan Islam dan Kristen

Jika berada di suatu pedesaan yang asing dan tersesat di sana. Anda bisa menentukan arah dengan melihat kuburan. Kuburan Islam dan Kristen selalu menunjukkan arah utara-selatan. Bagian nisan atau kepala yang selalu menghadap ke barat. Jadikanlah ini sebagai patokan dasar. Eits, tapi ingat, ini hanya berlaku di wilayah Indonesia saja.

3. Masjid/Musholla

Jika tidak menemukan kuburan, Anda bisa mencari tempat ibadah, seperti masjid. Anda bisa memanfaatkan arah kiblat atau arah sholat umat muslim. Di Indonesia, masjid selalu menghadap ke arah barat, karena ka’bah yang dijadikan kiblat umat muslim berada di barat Indonesia. Manfaatkan ini sebagai patokan dasar menentukan arah selanjutnya.

4. Melihat jam dan posisi matahari

Saat tersesat di suatu tempat tertutup seperti hutan, ada kalanya Anda sulit menentukan arah tanpa adanya kompas. Tapi jangan terburu panik, cobalah tenang dan lihat jam saat itu, kemudian lihat ke arah matahari. Penulisan 12 jam yang membulat mengikuti arah pergerakan matahari yang terbit dari timur dan tenggelam di barat. Jadi, setelah melihat jam, segera menghadap ke matahari. Jadikan posisi matahari yang terbit di barat sebagai patokan dasar. Anda pun bisa menentukan arah selanjutnya dengan menggunakan jam tangan.

5. Bayangan benda

Jika tersesat pada siang hari, lihatlah ke arah bayangan benda. Sama seperti menentukan arah dengan jam, letakkan benda tegak di permukaan tanah. Pada siang menuju sore, bayangan benda umumnya condong ke barat. Sebaliknya, jika tersesat pagi menjelang siang, bayangan benda umumnya condong ke arah timur.

6. Memanfaatkan pohon

Nah, untuk Anda yang tersesat di kawasan penuh pepohonan, cobalah cari pohon yang berbatang besar. Perhatikan setiap sisi batang pohon ini. Sisi pohon berbatang besar yang terkena sinar matahari dan tidak berlumut menunjukkan arah barat/timur. Jika tersesat pada malam hari, coba raba sisi pohon berbatang besar ini, dan rasakan suhunya. Cari sisi pohon yang terasa paling hangat. Sisi ini menunjukkan arah barat.

7. Kelompok bintang Orion menunjukkan arah barat

Hal yang paling menakutkan adalah tersesat di daerah asing pada malam hari. Saat itu penerangan sangat minim, ditambah tidak adanya kompas, bisa membuat siapa saja panik. Tapi coba manfaatkan keindahan alam lewat taburan bintang di langit. Carilah rasi bintang orion. Rasi bintang ini merupakan perpaduan 3 bintang terang. Jika dipadukan, ketiganya membentuk mirip ekor kalajengking dan selalu menunjuk ke arah barat.

sumber : http://www.kaskus.co.id/thread/50cbea0b601243d16a00001c

Langkawi – Pesawat N250 ciptaan BJ Habibie merupakan pesawat yang diyakini bakal laris manis di industri penerbangan. Namun proyek tersebut dihentikan saat krisis 1998. Kalau pesawat ini berhasil terbang, maka tidak akan ada 1.500 unit pesawat ATR di dunia ini.

“Kalau saja N250 itu berhasil terbang, artinya seluruh sertifikasi sudah dipenuhi. Pesawat ini akan laris manis di dunia penerbangan, industri penerbangan kita akan jauh lebih besar lagi,” ucap Vice President PT Dirgantara Indonesia (PT DI) Irzal Rinaldi Zailani kepada detikFinance di The 12th Langkawi International Maritime & Aerospace & Exhibition, Malaysia, Rabu (27/3/2013).

Saat N250 dikembangkan BJ Habibie, belum ada pesawat dengan kelas yang sama di dunia ini. Jika dulu pesawat ini lolos dan terbang untuk sipil, pesawat ATR jenis 72 dan 42 tidak akan ada sampai terjual 1.500 unit.

“Bahkan mungkin tidak akan ada (ATR), karena kelas N250 dulu dengan ATR 72 dan 42 saat ini masih jauh di atasnya,” ucap Irzal.

“Asal anda tahu N250 itu mesinnya spesial, dibuat khusus, kalau mobil itu N250 itu Mercy. ATR itu mesinnya Avanza, serius. Karena N250 jauh lebih irit dan cepat karena spesial, kursinya sudah 50 dan harga hampir sama. Coba sekarang bandingkan harganya hampir sama, irit, jauh lebih cepat, jumlah kursi sama, pilih mana? Tentunya N250-lah,” sambung Vice President Corporate Communication PT DI, Sonny Ibrahim.

Namun kemunculan N250 ini membuat banyak negara khawatir. Apa yang terjadi?

“Dari 150 BUMN yang ada, hanya 1 BUMN yakni PT DI dulu IPTN yang dikenakan keputusan IMF untuk dihentikan proyek N250. Aneh kan? Ya itulah yang terjadi,” tandas Sonny.

Sekarang, pesawat bermesin propeler ini mangkrak. Dua tipe N250 versi Gatot Kaca berpenumpang 50 orang dan N250 versi Krincing Wesi berpenumpang 70 orang ini hanya menjadi besi tua di Apron atau parkir pesawat milik PT DI di dekat landasan Bandara Husein Sastranegara Bandung.

Kalau mau menghidupkan si ‘Gatot Kaca’ ini bisa saja, namun butuh upaya besar. “Tapi butuh upaya yang besar karena seluruh sistemnya harus di upgrade dengan sistem dan teknologi yang baru,” tandasnya.

Namun mimpi BJ Habibie belum kandas, sang anak yaitu Ilham Habibie bertekad untuk mewujudkan mimpi sang ayah dan bangsa Indonesia, memproduksi pesawat sipil the next N250, si Gatotkaca terbang melintasi nusantara dan dunia.

Seperti diketahui N250 adalah pesawat untuk penerbangan sipil yang dibangun oleh IPTN (Industri Pesawat Terbang Nusantara) sekarang namanya PT Dirgantara Indonesia.

Namun karena ada negara besar yang menilai N250 bisa berdampak besar dan menguasai industri penerbangan di dunia, oleh IMF diminta proyek ini dihentikan.

sumber : http://www.kaskus.co.id/thread/51542bed1dd719ef6f000001

Bagi bangsa yang ingin maju dan unggul dalam persaingan global, pendidikan merupakan kunci utamanya. Pendidikan adalah tugas negara yang paling penting dan sangat strategis. Sumberdaya manusia yang berkualitas merupakan prasyarat dasar bagi terbentuknya peradaban yang baik. Sebaliknya sumberdaya manusia yang buruk, akan secara pasti melahirkan masyarakat yang buruk pula.

Untuk mengantar kepada visi pendidikan yang demikian, dan melihat realitas pendidikan di negeri ini masih sangat jauh dari harapan . Bahkan, jauh tertinggal dari negara – negara lain. Hal ini setidaknya dapat dilihat dari tiga hal : Pertama, paradigma pendidikan nasional yang sangat sekuler dan materialistik sehingga tidak menghasilkan manusia yang berkualitas utuh, lahir dan batin. Kedua, semakin mahalnya biaya pendidikan dari tahun ke tahun. Ketiga, rendahnya kualitas SDM yang dihasilkan untuk bersaing secara global.

Sistem pendidikan yang sekuler materialistik tersebut sebenarnya hanyalah merupakan bagian belaka dari sebuah sistem kehidupan berbangsa dan bernegara yang juga sekuler dan materialistik. Memang, dalam sistem sekuler materialistik itu, yang namanya pandangan, aturan, dan nilai – nilai Islam tidak pernah secara sengaja digunakan untuk menata berbagai bidang, terutama dalam pendidikan ini. Karena itu, di tengah-tengah sistem sekuleristik lahirlah berbagai bentuk tatanan yang jauh dari nilai-nilai agama dan segala akibat-akibatnya yang menimpa bangsa dan negara ini.

Paradigma Pendidikan NasionalDalam UU Sisdiknas N0. 20 Tahun 2003 tampak jelas adanya dikotomi pendidikan agama dan umum yang bisa melahirkan pendidikan sekuler materialistik. Padahal sistem pendidikan yang dikotomis semacam ini telah terbukti gagal melahirkan manusia utuh (soleh) yang berkepribadian Islam sekaligus mampu menjawab tantangan dan perkembangan penguasaan sains dan teknologi.

Dari sistem pendidikan ini, terdapat kesan yang kuat bahwa pengembangan ilmu-ilmu (iptek) yang dilakukan Depdiknas dipandang sebagai tidak berhubungan dengan Agama (Islam). Sementara pembentukan karakter siswa yang merupakan bagian terpenting dari proses pendidikan, justeru kurang tergarap secara serius. Kurikulum Agama (Islam) hanya ditempatkan sekadar sebagai salah satu aspek yang perannya sangat minimalis dan bukan menjadi dasar utama dari seluruh aspek kehidupan.

Ini artinya, sangat jelas tidak akan mampu mewujudkan anak didik yang sesuai tujuan pendidikan nasional itu sendiri, yaitu mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, berkepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Karena itu, pendidikan yang sekuler materialistik ini memang bias melahirkan orang yang menguasai sains teknologi melalui pendidikan umum yang diikutinya. Namun, pendidikan semacam ini terbukti gagal membentuk kepribadian peserta didik dan penguasaan pengetahuan keislaman. Betapa banyaknya lulusan pendidikan umum yang tetap saja “buta agama” dan rapuh kepribadiannya. Sebaliknya, yang belajar dalam lingkungan pendidikan agama memang menguasai pengetahuan keislaman dan secara relatif kepribadiannya tergarap dengan baik, tetapi disisi lain terkesan buta terhadap ilmu-ilmu kehidupan modern.

Apa yang terjadi selanjutnya? Sektor-sektor kehidupan modern seperti industri manufaktur, perdagangan, jasa, eksplorasi SDA, perbankan, dan lain-lain lebih banyak diisi oleh orang-orang yang mengerti pengetahuan Islam lebih banyak berkumpul di dunianya, seperti madrasah, dosen/guru agama, Depag, dan pada umumnya tidak mampu bersaing dan terjun pada sector-sektor modern. Dan ujung-ujungnya, merebaknya wabah korupsi di negeri ini karena akibat keterbelahan sistem pendidikan ini, termasuk berbagai penyakit sosial lainnya. Hal ini telah kita rasakan sampai saat ini.

Biaya Pendidikan Mahal SelangitSudah menjadi rahasia umum, bahwa pendidikan bermutu itu mahal. Kalimat ini yang sering muncul untuk menjustifikasi mahalnya biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh masyarakat agar anaknya dapat menikmati pendidikan. Hal ini dapat terlihat dari Taman Kanak – Kanak (TK) sampai Perguruan Tinggi (PT) yang membuat masyarakat miskin tidak memiliki kesempatan yang sama dengan kaum the haves (golongan kaya). Tentu tidak ada pilihan lain, kecuali putus sekolah.

Privatisasi atau semakin melemahnya peran negara dalam sektor pendidikan sebagai pelayanan publik, tak lepas dari tekanan utang dan kebijakan untuk memastikan pembayaran utang. Utang luar negeri Indonesia sebesar 35 – 40 persen dari APBN setiap tahunnya merupakan faktor pendorong terjadinya privatisasi pendidikan. Apa akibatnya? Sekitar yang menyerap pendanaan besar seperti pendidikan menjadi korban pertama. Dana pendidikan terpotong hingga tinggal 8 persen (Kompas, 10/5-2005). Menurut data Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Kementerian Keuangan, utang pemerintah Indonesia periode Januari – Agustus 2010 tercatat sebesar Rp. 1. 654,9 triliun (media umat, edisi 48 3-23/12/2010). Artinya, jerat utang ini akan terus menjadi bagian dalam mengisi APBN, walaupun negeri ini berlimpah kekayaan alamnya. Dan tentu saja, dana pendidikan akan tetap terjerumus dengan utang yang besar itu.

Karena itu, jika alasannya pendidikan bermutu itu harus mahal, maka argumen ini hanya bertolak di Indonesia. Di luar negeri, misalnya Jerman, Perancis, Belanda dan dibeberapa Negara berkembang lainnya, justru banyak sekolah/perguruan tinggi yang bermutu namun biaya pendidikannya rendah, bahkan ada yang gratiskan biaya pendidikannya.

Pendidikan yang berkualitas memang tidak mungkin murah, tetapi persoalannya siapa yang seharusnya membayarnya? Kewajiban pemerintahlah atas nama Negara untuk menjamin setiap warga negaranya untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. Ini vidi ideal pemerintahan dari segala strukturnya untuk mewujudkan peradaban yang memanusiakan dari sadar akan eksistensinya di muka bumi ini sebagai hamba Tuhan.

Ancaman KomersialisasiOrang miskin dilarang sekolah! Dari tahun ketahun, tidak lama lagi, mungkin itu yang akan terjadi di Indonesia. Pasalnya sekolah semakin mahal. Untuk masuk TK sampai perguruan tinggi, apalagi unggulan, SBI, orang tua bisa menghabiskan jutaan sampai miliyaran rupiah. Memang, ada yang murah tetapi jangan ditanya kualitasnya, tentu apa adanya. Secara jujur, inilah yang disebut diskriminasi dalam dunia pendidikan kita. Kalau punya uang banyak, pasti bisa mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Dan sebaliknya, kalau terbatas dananya harus pasrah dengan kualitas pendidikan yang menyedihkan. Kenapa? Karena seharusnya pendidikan yang berkualitas harus berlaku sama bagi siapa saja yang punya uang atau tidak. Sebab pendidikan yang berkualitas merupakan asset negara yang bukan milik orang kaya.

Sebenarnya inilah yang disebut pengapdosian kebijakan kapitalis dalam dunia pendidikan memang semakin menguat. Memang dalam sitem kapitalis, peran negara diminimalisasi, negara hanya sebagai regulator. Peran swasta pun dioptimalkan. Muncullah istilah-istilah “luhur” yang sebenarnya menimpa yaitu otonomi sekolah, otonomi kampus, dewan sekolah yang intinya negara lepas tangan terhadap dunia pendidikan. Lagi-lagi yang muncul adalah masalah pendanaan, sehingga harus banting tulang untuk mencari sumber pendanaan mulai dari buka bisnis sampai ujung-ujungnya menaikkan biaya pendidikan. Hasilnya, pendidikan benar-benar dikomersialisasikan melalui sumber dana masyarakat non – SPP yang itemnya bertumpuk.

Intervensi AsingMeningkatnya kapitalisasi pendidikan di Indonesia tidak bisa dipisahkan dari sejarah kolonialisasi. Sejak awal memang penjajah telah memformat sistem pendidikan menjadi sistem kapitalisme yang siap mengabdi kepada tuannya. Artinya, meskipun Indonesia sudah merdeka, tetapi subtansi sistem pendidikan yang sekuler materialistik yang dijalankan oleh para pemimpin yang memang dididik oleh mereka-mereka untuk mengalahkan imperialisme gaya baru.

Selanjutnya, kebijakan-kebijakan kapitalistik akan muncul subur dan tidak bisa dilepaskan dari peran intelektual yang dididik oleh “Barat” masih mencengkeram kuat negeri ini. Seperti persaingan institusi-institusi pendidikan Indonesia dengan institusi asing. Dalam hal ini, sangat jelas bahwa Indonesia masih di bawah asing. Artinya, intervensi ini terjadi melalui sistem negara yang sekuler dan para intelektualnya.

Nah, asing biasa masuk melalui beberapa jalan seperti memberikan bantuan, pinjaman, beasiswa, hibah, penelitian, dan lain-lain. Berbagai pinjaman itu dikucurkan agar kebijakan perguruan tinggi tersebut dapat tunduk di bawah tekanan dan asing yang kelak para alumni AS ini akan menjadi “diplomat” yang notabene pelanjut imperialisme baru.

Di Indonesia, jargon “pendidikan untuk semua” sering dilantunkan. Namun dibawah sistem demokrasi ini sering “dibajak” oleh pemilik modal, termasuk pemodal asing. UU Pendidikan yang dibuat sering malah berpihak kepada pendidikan mereka dan bukan pada rakyat banyak. Itulah sistem pendidikan dalam cengkeraman kapitalisme.

Solusi fundamental dari potret buram pendidikan ini, sistem pendidikan harus diarahkan pada perubahan paradigma, yaitu pondasi dari akidah Islam yang tidak mengenal dikotomi pendidikan umum dan agama. Akhirnya lahirlah ribuan intelektual muslim yang memahami agama sekaligus siap menjawab tantangan di zamannya. Semoga!
Kalau mobil anda rusak, tinggal panggil montir untuk memperbaikinya. Namun kalau satelit rusak ? urusannya tidak semudah memanggil montir mobil. Jarak yang jauh dan kondisi lingkungan di atas sana sangat berbeda dengan kondisi di atas permukaan bumi. Ya jawabannya memang seperti itu, kita harus membutuhkan para astronot. Orang-orang berani inilah yang akan membantu kita memperbaiki satelit. Tapi ada yang tahukah kita dengan apa mereka bekerja ? yang jelas tidak mungkin tanpa alat dan perlengkapan pendukung. Karena itu harus ada alat khusus yakni pakaian buat astronot. Dengan pakaian khusus para astronot terlihat lebih nyaman melayang 500 km diatas bumi. Kita bisa sebut baju tersebut sebagai “kepompong” karena hampir mirip dengan kerja kepompong yang melindungi ulat. “Kopompong” tersebut berharga 12 juta US dollar ini satu-satunya benda yang memisahkan astronot dari lingkungan alam yang dikenal paling ganas. Seperti wahana ruang angkasa mini, pakaian ini menyediakan oksigen, alat komunikasi, dan perlindungan dari suhu yang luar biasa, sinar ultraviolet dan kosmik serta mikrometeoroid.
Nyawa astronot sangat tergantung pada ransel di punggungnya. Disinilah hembusan napas astronot bisa diubah menjadi oksigen yang akan dihirup kembali oleh astronot. Untuk keperluan minum, ada kantung seberat 32 ons yang akan mengalirkan air melalui sedotan pada helm. Tentu harus ada pula perlengkapan penampung air seni (semacam popok untuk orang dewasa). Nama resmi pakaian ini adalah extravehicular mobility unit. Alat ini dibuat dengan pengawasan penuh kontraktor utama Hamilton Sundstrand dengan andil dari 52 perusahaan lain. Dengan pakaian ini astronot “boleh” jalan-jalan di ruang angkasa selama kurang lebih tujuh jam. Rekor terlama yaitu selama 8 jam dan 29 menit atas nama astronot Pierre Thuot, Rick Hieb, dan Tom Akers saat memperbaiki satelit komunikasi Intelsat pada tanggal 13 mei 1992.
Pakaian dalam astronot dibuat berpori dan ada penyejuk cair dari bahan tricot dan spandex. Fungsi utamanya agar astronot tetap nyaman di lingkungan dengan rentang suhu antara 120 derajat celcius dalam pancaran langsung sinar matahari sampai kurang dari 150 derajat celcius di sisi bumi yang tak terkena sinar matahari. Sekitar 90 meter pembuluh plastik tersembunyi dalam pakaian ini.
Kalau kita melihat astronot seperti membawa “tas’ di punggungnya, tahukan anda apa isi tas yang mereka bawa. Ya anda benar, tas itu berisi radio komunikasi, sistem peringatan bahaya, pengembun, tabung oksigen utama, cartridge hidroksida lithium, kantung air, tabung oksigen utama, baterai, serta kipas dan motor penggerak. Kipas berfungsi untuk mengalirkan oksigen ke helm dan juga dipakai untuk menghalau carbondioksida dari napas dan bau tak sedap dari mulut ke arang dan cartridges hidroksida lithium. Tabung oksigen cadangan dipakai jika tabung utama gagal bekerja dan menyediakan oksigen darurat selama setengah jam. Sedangkan pengembun bertugas menyalurkan uap air dan menyejukan udara sampai 13 derajat celcius.
Jika kita lihat lagi – selain tas di punggung astronot – ada juga suatu alat yang di pegang astronot. Tahukah anda apa alat itu ? ya, itu adalah modul pengendali untuk mengatur peralatan vital juga bisa diperintahkan untuk menganalisis keadaan sekitar dan hasilnya ditampilkan dalam layar alfanumerik. Alat yang dipegang astronot itu berisi layar alfanumerik, pengukur tekanan, pengukur suhu, pengatur aliran oksigen, pengatur komunikasi, tombol percakapan, tombol kipas, dan tombol aliran air.
Bahan pakaian ruang angkasa ini punya sebuah kantung kemih bertekanan bagian dalamnya yang terbuat dari nilon yang diselimuti uretan. Lapisan dacron berguna agar oksigen tetap tersimpan dalam pakaian. Lapisan luar yang terdiri atas aluminized mylar, teflon, kevlar dan nomex menjadi penyekat panas pelindung dari meteroid. Cara memakai baju astronot tidak terlalu sulit. Bagian atas dan bawah akan menyatu dan terkunci. Selubung hitam putih yang di kepala namanya snoopy dengan headphone dan mikrofon yang menyatu untuk komunikasi.