Traveling ke Merauke, wajib mampir ke Distrik Sota. Di sana terdapat taman cantik nan bersih yang menjadi wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Tapi tahukah Anda, rupanya taman ini dibuat oleh seorang polisi yang baik hati!

Panasnya Kota Merauke dijamin menguras stamina traveler saat melancong ke sana. Meski demikian, kota di ujung timur Indonesia ini punya beragam destinasi yang menarik untuk dikunjungi. Anda bisa datang ke Taman Nasional Wasur untuk melihat kangguru tanah dan juga main-main ke wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini.

img

IPDA MA’RUF, SANG POLISI BAIK HATI DI UJUNG TIMUR INDONESIA

 

img

TAMAN ‘MERAH PUTIH’ YANG TERKENAL DI MERAUKE

detikTravel berkesempatan traveling ke Merauke beberapa waktu lalu. Saat itu, pemandu setempat mengantarkan ke suatu destinasi yang paling terkenal di sana. Destinasi tersebut adalah taman perbatasan Indoensia-Papua Nugini di Distrik Sota.

Perjalanan dengan mobil dari pusat kota memakan waktu sekitar 2 jam untuk tiba di Distrik Sota. Sebelum masuk ke titik perbatasannya, ada gapura raksasa bertuliskan ‘Goodbye and See You Again Another Day’. Ini menandakan tamannya sudah dekat.

Tak sampai 5 menit, akhirnya tibalah di taman perbatasan tersebut. Tamannya luas dan rindang dengan banyak pepohonan. Beberapa rumah sederhana dengan jerami pun dapat menjadi tempat berteduh. Satu lagi, taman ini sungguh bersih!

“Taman ini saya sendiri yang buat bersama istri di tahun 2005,” kata Ipda Ma’ruf Suroto dengan pakaian polisi lengkap yang menyambut rombongan.

Ipda Ma’ruf mengungkapkan, dirinya sudah bertugas sejak tahun 1993 di Distrik Sota. Lalu pada 2005, Ipda Ma’ruf terpanggil jiwanya untuk mengurus taman ini.

“Dulunya hanya semak belukar dan tidak terawat. Lantas saya bersihkan dan menanami pohon-pohon, seperti kayu putih, palem, dan lain-lain,” ungkap Ipda Ma’ruf.

Terang saja, wilayah perbatasan ini sangat asri dan nyaman untuk didatangi. Selain itu, ada satu hal yang paling mencolok di sini, yaitu banyaknya cat berwarna merah putih dan kata-kata yang penuh semangat nasionalis.

“Hal itu memang sengaja, agar lebih cinta kepada negeri sendiri,” kata Ipda Ma’ruf.

Bangku-bangku taman, ayunan, hingga rumah-rumah kecilnya dipenuhi cat merah putih. Yang menarik, kata-kata yang penuh semangat nasionalis seperti ‘Untukmu Indonesia, Cintaku Tak Terbatas’, ‘Tekadku Pengabdian Terbaik’, ‘Aku Cinta Indonesia’, hingga ‘Bahasa Indonesia Penjaga Persatuan dan Kesatuan NKRI’. Siapa pun yang membaca tulisan tersebut, akan tergetar hatinya.

img

IPDA MA’RUF YANG JUGA AKRAB DENGAN MASYARAKAT PAPUA NUGINI

Ipda Mar’ruf memang berpawakan kecil. Badannya tidak setinggi para tentara, namun tidak kalah tegap. Dengan pakaian polisi yang lengkap, dirinya tetap nyaman menemani detikTravel berkeliling taman ini.

“Wilayah ini sangat penting, karena ini batas wilayah yang harus kita pertahankan. Kita di sini memang hidup di daerah tertinggal, tapi jangan sampai ditinggal,” ujar Ipda Ma’ruf dengan senyumnya yang khas.

Taman yang juga disebut sebagai ‘Taman Merah Putih’ ini menjadi destinasi wisata bagi traveler atau warga sekitar. Setiap akhir pekan, masyarakat dari Kota Merauke tak sedikit datang ke taman ini untuk berfoto-foto atau menikmati suasananya yang khas.

“Perbatasan ini paling bagus di Indonesia, saya berani bertaruh nyawa!” tegas Ipda Ma’ruf.

“Saya ingin memperlihatkan kalau saya ini polisi. Ini pilihan saya sendiri, bagi saya pengabdian untuk masyarakat sangat penting,” kata pria kelahiran Magelang ini.

Terimakasih banyak Pak Ipda Ma’ruf yang telah menjaga perbatasan paling timur Indonesia. Sang polisi yang baik hati dalam menjaga perbatasan sekaligus menjadikannya destinasi wisata yang nyaman untuk dikunjungi.

sumber :  http://travel.detik.com/read/2013/03/26/080127/2203523/1383/kisah-polisi-baik-hati-di-ujung-timur-indonesia?991104topnews

Iklan