Archive for Agustus, 2012


Kisah tentang sepak terjang Fir`aun yang sombong dan kejam bukanlah sebuah cerita fiksi. Ia dikisahkan dalam al-Qur`an. Namanya diabadikan dalam sejarah sebagai raja besar. Tapi, ia pongah karena tidak mau menerima pesan yang dibawa Musa, ia justru mengaku sebagai tuhan.

Kekuasaan telah membutakan matanya. Ia lebih mencintai tahta dan  tak mau tahtanya itu jatuh. Lalu, ia bertindak kejam, menyiksa dan menghancurkan Bani Isra`il. Prajurit yang berada di bawah kekuasaannya, diperintahkan membunuh bayi-bayi tidak berdosa dan menyeret kaum lelaki untuk dijadikan budak guna membangun kota-kota baru.

”Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.” (QS. Yunus [10]: 92)

Mati Tenggelam
Allah mendengar jerit kesakitan Bani Isra`il dan mewahyukan pada Musa memimpin Bani Isra`il keluar dari Mesir. “Dan Kami wahyukan (perintahkan) kepada Musa: “Pergilah di malam hari dengan membawa hamba-hamba-Ku (Bani Israil) karena sesungguhnya kamu sekalian akan disusuli.” (QS. As-Syu`ara [26]: 52).
Nabi Musa tak ragu akan janji Allah. Maka ia berani menanggung beban berat itu –membawa kaumnya pergi dari Mesir. Setelah Fir`aun tahu Bani Isra`il meninggalkan Mesir, ia segera memerintahkan prajuritnya untuk mengejar.

Ia juga berencana hendak membunuh Musa dan Harun, lalu membawa kembali Bani Isra`il untuk dijadikan budak. Fir`aun mengendarai sendiri kereta kudanya yang perkasa dan memimpin langsung prajurit yang berjumlah besar.

Rombongan Bani Isra`il terus berjalan meninggalkan Mesir. Tapi Fir`aun segera mengejar Bani Isra`il. Rombongan Bani Israil dilanda rasa takut, apalagi ketika kereta kuda yang dipimpin Fir`aun itu semakin dekat. Rombongan Bani Isra`il tak bisa berbuat apa-apa. Rombongan Bani Isra`il dalam ancaman besar; dihimpit rasa takut dan merasa tidak bisa lolos.
Tetapi Nabi Musa yakin keberadaan Allah sebagai Sang Penolong. Di saat genting itu, pertolongan Allah akhirnya datang. Allah menyampaikan wahyu, “Pukullah laut itu dengan tongkatmu!” (QS As-Syu`ara [26]: 63).

Nabi Musa as mengikuti perintah Allah, berjalan ke laut. Lalu, di atas sebuah batu, dia memukulkan tongkatnya. Di luar dugaan, sesuatu yang mengejutkan terjadi; laut terbelah menjadi dua –setiap bagiannya seperti sebuah gunung tinggi dan ada sebuah lembah yang panjang di antaranya.

Dalam al-Qur`an, Allah berfirman,

“Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar.” (QS. As-Syu`ara [26]: 63)

Nabi Musa dan Bani Isra`il lalu melewati lembah yang membelah lautan jadi dua bagian itu. Saat Fir`aun dan bala tentaranya tiba di tepi laut, mereka beringas mengejar Bani Isra`il yang berjalan di tengah-tengah jalan yang menakjubkan itu. Saat pengikut Musa tiba di pantai sisi Timur (Teluk al-Siways), pengikut Musa melihat tentara Fir`aun di tengah jalan –dari belahan laut.

Kaum Bani Israil dicekam takut, menduga tak bisa selamat. Lagi-lagi pertolongan Allah datang. Kejadian tak terduga kembali terjadi. Kedua sisi air laut kembali menyatu.

Gulungan ombak menggulung Fir`aun dan bala tentaranya. Fir`aun tak berdaya. “Aku percaya bahwa tidak ada Tuhan selain Tuhan yang dipercaya Bani Isra`il dan aku adalah termasuk orang yang berserah diri (kepada Allah).” (QS. Yunus [10]: 90). Saat itu, Fir`aun dekat pada kematian dan ia mendengar suara, “Apakah sekarang (baru kamu percaya) padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. Yunus [10]: 91).
Dibayangi kematian, ia tahu akan menghadapi akhir hidup yang mengerikan dan ia mendengar suara,

“Maka hari ini Kami selamatkan tubuhmu supaya kamu menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.”  (QS. Yunus [10]: 92)

Diawetkan
Kelaliman Fir`aun yang dulu dibanggakan itu seperti tak berarti ketika kematian menjemputnya. Ia tenggelam di laut Merah. Ia, dengan kekuasaan yang besar dan menjadi musuh Musa, memang sudah berakhir. Tapi Allah Maha Berkendak. Dengan kekuasaan-Nya, Dia menunjukkan tanda-tanda kebesaran-Nya. Setelah kejadian itu, mayat Fir’aun itu pun ditemukan.
Gulungan ombak membawa mayat itu ke pantai. Orang-orang Mesir menemukan mayat Fir`aun, lalu menjadikan mayat Fir`aun itu dijadikan mummi (dibalsem) sehingga utuh seperti sekarang dan dapat dilihat di museum Mesir.
Semula, orang-orang Mesir membawa mummi Fir`aun itu ke lembah raja-raja di selatan Mesir. Mereka mengubur dalam sebuah kuburan batu sehingga rahasia itu pun selama bertahun-tahun tersembunyi. Tapi Allah berjanji menyelamatkan tubuh Fir`aun agar jadi sebuah pelajaran berharga bagi umat setelahnya.
Janji itu pun terbukti. Sebagaimana telah ditegaskan oleh Allah QS. Yunus [10]: 92 di atas bahwa Allah telah menyelamatkan badan Fir`aun agar menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahnya. Pada tahun 1898, setelah bertahun-tahun dikuburkan, mummi Firaun ditemukan tahun 1898 M oleh Loret di Thebes di Lembah Raja-raja (Wadi al Muluk).
Seorang peneliti bermana Dr Maurice Bucaille, bersama anggota timnya berhasil mengungkapkan penyebab kematian Fir`aun dan pengawetannya. Dari hasil penelitian yang dia temukan, ia pada akhirnya menyimpulkan betapa al-Qur’an sangat detail dalam menjelaskan sesuatu, bahkan termasuk cerita dan proses pengawetan Fir’aun itu. Lebih menakjubkan lagi, ternyata hal itu tidak disebutkan dalam kitab-kitab yang lain.
Dari hasil penelitiannya pula, dia menemukan bekas garam yang menempel pada mayat mummi Fir`aun itu sehingga dia berani mengambil kesimpulan; menjadikan garam itu sebuah bukti nyata bahwa Firaun memang mati tenggelam dan mayatnya dapat di selamatkan, lantas diawetkan pada saat kejadian.
Tapi mummi Fir`aun meninggalkan sebuah pertanyaan: bagaimana mayat Fir’aun itu bisa diselamatkan dan anggota tubuhnya tetap utuh, sedangkan kondisi mayat dari bala tentara Fir`aun setelah diawetkan tak seperti dirinya?

Setelah melalui penelitian, ia kemudian mencari penjelasan dalam al-Qur’an dan menemukan jawaban memuaskan (sebab telah disebutkan Allah dalam QS. Yunus [10]: 92)

Penelitian itu, tentu saja, menyibak misteri di balik mummi Fir`aun. Bahkan dalam penelitian medis yang dilakukan dengan mengambil sampel organ tertentu dari jasad mummi yang ditemukan, pada tahun 1975, melalui bantuan Prof Michel Durigon dari pemeriksaan yang detail dengan menggunakan mikroskop, ditemukan bagian terkecil dalam organnya masih dalam kondisi terpelihara dengan sempurna.

Ini menunjukkan bahwa keterpeliharaan secara sempurna itu tidaklah mungkin terjadi andai kata jasad tersebut sempat tinggal beberapa lama dalam air atau berada lama di luar air sebelum terjadi proses pengawetan pertama.

Seputar hasil penelitian tersebut, Dr Bucaille mengungkapkan, ”Dari situ, diketahui bahwa semua penelitian itu sesuai dengan kisah-kisah yang terdapat dalam kitab-kitab suci yang menyiratkan bahwa Fir`aun tewas ketika digulung gelombang.”
Fir`aun memang telah mati dan jasadnya telah terbujur kaku jadi mummi. Tetapi, di balik jasad Fir`aun yang kaku itu, ada pelajaran dan pesan penting yang diselipkan Allah, bahwa Allah telah menunjukkan akan kebesaran dan kekuasaan yang hanya bisa dipahami orang-orang yang mau berpikir.  Wallahu’alam bilshawab. [Berbagai sumber]
Siapakah nama Fir`aun?
Siapa Fir`aun yang dikenal kejam dan berani mengaku dirinya sebagai tuhan itu? Fir’aun itu sebenarnya bukan nama orang, tapi sebuah gelar bagi raja-raja Mesir zaman dulu. Menurut sejarah, Fir`aun di masa Nabi Musa adalah Minephtah (1232-1224 SM), putra dari Ramses II. Tapi, ada juga yang menyebutnya Minfitah.
Sebagian kisah terkait Raja Fir`aun yang menentang Nabi Musa, disebut-sebut Ramses II, bukan Minephtah. Tapi setelah diselidiki, ternyata Ramses II justru adalah seorang raja yang baik. Ia bahkan memerintah rakyatnya untuk selalu berbuat adil. Ia memerintah selama 68 tahun pada 1304-1237 SM.
Sedang, anaknya, Minephtah, dikenal sebagai raja yang sangat kejam, lalim dan congkak. Dia itu yang menentang Nabi Musa dan bahkan berani mengaku sebagai tuhan.
Iklan

“Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (QS. Al-Kahfi:65)

Asam deoksiribonukleat, sepertinya terdengar asing di telinga, tapi bagaimana kalau DNA? tedengar familiar bukan. Asam deoksiribonukleat lebih kita kenal dengan DNA, yakni istilah kedokteran yang erat kaitannya dengan genetika (ilmu keturunan).

Sebenarnya Asam deoksiribonukleat (bahasa Inggris: deoxyribonucleic acid) adalah polimer panjang yang terbuat dari unit berulang yang disebut nukleotida. Dimana nukleotida mengandung informasi genetik yang memungkinkan semua makhluk hidup tumbuh dan berkembang biak.
Istilah DNA sendiri adalah singkatan dari materi genetik pada makhluk hidup. Awal ilmu genetika  dibuat oleh ilmuwan Mendel pada tahun 1865. Tahun itulah yang menandai titik balik dalam sejarah ilmu pengetahuan, sebagaimana dirincikan dalam QS. al-Kahfi: 65.
Ketika penampilan huruf  DNA (Dal-Nun-Alif dalam bahasa Arab) berdampingan di QS. al-Kahfi: 65, huruf-huruf muncul berdampingan sebanyak tiga kali dalam ayat tersebut. Tentu hal ini menjadi sesuatu yang sangat menakjubkan dengan cara yang tak tertandingi dalam Al-Quran.
Jumlah ayat yang luar biasa di mana huruf DNA tampak begitu mencolok pada QS. al-Kahfi: 65. Angka-angka ini adalah ekspresi dari tahun ketika ilmu genetika diperkenalkan.

Dan ini tidak dapat dianggap sebagai suatu kebetulan dan merupakan sesuatu yang ajaib, karena dunia ilmiah hanya datang dengan nama DNA (Deoxyribo Nucleic Acid) yang relatif baru.

Dalam Surat al-Kahfi, yang mengacu pada DNA dan tahun 1865 ketika ilmu genetika lahir adalah bukti lebih lanjut bahwa molekul-molekul DNA dirincikan dalam Al Qur’an yang datang ratusan tahun lalu.

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. (QS. Al Mu’min, 40:60)

Menurut Al Qur’an, doa, yang berarti “seruan, menyampaikan ungkapan, permintaan, permohonan pertolongan,” adalah berpalingnya seseorang dengan tulus ikhlas kepada Allah, dan memohon pertolongan dari-Nya, Yang Mahakuasa, Maha Pengasih dan Penyayang, dengan kesadaran bahwa dirinya adalah wujud yang memiliki kebergantungan. Penyakit adalah salah satu dari contoh tersebut yang dengannya manusia paling merasakan kebergantungan ini dan lebih mendekatkan diri kepada Allah.

Tambahan lagi, penyakit adalah sebuah ujian, yang direncanakan menurut Hikmah Allah, yang terjadi dengan Kehendak-Nya, dan sebagai peringatan bagi manusia akan kefanaan dan ketidaksempurnaan kehidupan ini, dan juga sebagai sumber pahala di Akhirat atas kesabaran dan ketaatan karenanya.
Sebaliknya mereka yang tidak memiliki iman, meyakini bahwa jalan kesembuhan adalah melalui dokter, obat atau kemampuan teknologi mutakhir dari ilmu pengetahuan modern. Mereka tidak pernah berhenti untuk merenung bahwa Allah-lah yang menyebabkan keseluruhan perangkat tubuh mereka untuk bekerja di saat mereka sedang sehat, atau Dialah yang menciptakan obat yang membantu penyembuhan dan para dokter ketika mereka sakit.
Banyak orang hanya kembali menghadap kepada Allah di saat mereka sadar bahwa para dokter dan obat-obatan tidak memiliki kesanggupan. Orang-orang yang berada pada keadaan tersebut memohon pertolongan hanya kepada Allah, setelah menyadari bahwa hanya Dialah yang dapat membebaskan mereka dari kesulitan.
Allah telah menyatakan pola pikir ini dalam sebuah ayat:

Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan. (QS, Yunus, 10:12)

Padahal sesungguhnya, sekalipun dalam keadaan sehat, atau tanpa cobaan atau kesulitan lain, seseorang wajib berdoa dan bersyukur kepada Allah atas segala kenikmatan, kesehatan dan seluruh karunia yang telah Dia berikan.
Inilah satu sisi paling penting dari doa: Di samping berdoa dengan lisan menggunakan suara, penting pula bagi seseorang melakukan segala upaya untuk berdoa melalui perilakunya. Berdoa dengan perilaku bermakna melakukan segala sesuatu yang mungkin untuk mencapai harapan tertentu.
Misalnya, di samping berdoa, seseorang yang sakit sepatutnya juga pergi ke dokter ahli, menggunakan obat-obatan yang berkhasiat, dan menjalani perawatan rumah sakit jika perlu, atau perawatan khusus dalam bentuk lain. Sebab, Allah mengaitkan segala sesuatu yang terjadi di dunia ini pada sebab-sebab tertentu. Segala sesuatu di dunia dan di alam semesta terjadi mengikuti sebab-sebab ini.

Oleh karena itu, seseorang haruslah melakukan segala hal yang diperlukan dalam kerangka sebab-sebab ini, sembari berharap hasilnya dari Allah, dengan kerendahan diri, berserah diri dan bersabar, dengan menyadari bahwa Dialah yang menentukan hasilnya.

Pengaruh menguntungkan dari keimanan dan doa bagi orang sakit, dan bagaimana hal ini dapat mempercepat penyembuhan adalah sesuatu yang telah menarik perhatian dari dan dianjurkan oleh para dokter. Dengan judul “God and Health: Is Religion Good Medicine? Why Science Is Starting to Believe” [Tuhan dan Kesehatan: Apakah Agama Adalah Obat Yang Baik? Mengapa Ilmu Pengetahuan Mulai Percaya], majalah terkenal Newsweek terbitan tanggal 10 November 2003 mengangkat pengaruh agama dalam penyembuhan penyakit sebagai bahasan utamanya.
Majalah tersebut melaporkan bahwa keimanan kepada Tuhan meningkatkan harapan pasien dan membantu pemulihan mereka dengan mudah, dan bahwa ilmu pengetahuan mulai meyakini bahwa pasien dengan keimanan agama akan pulih lebih cepat dan lebih mudah.

Menurut pendataan oleh Newsweek, 72% masyarakat Amerika mengatakan mereka percaya bahwa berdoa dapat menyembuhkan seseorang dan berdoa membantu kesembuhan. Penelitian di Inggris dan Amerika Serikat juga telah menyimpulkan bahwa doa dapat mengurangi gejala-gejala penyakit pada pasien dan mempercepat proses penyembuhannya.

Menurut penelitian yang dilakukan di Universitas Michigan, depresi dan stres teramati pada orang-orang yang taat beragama dengan tingkat rendah. Dan, menurut penemuan di Universitas Rush di Chicago, tingkat kematian dini di kalangan orang-orang yang beribadah dan berdoa secara teratur adalah sekitar 25% lebih rendah dibandingkan pada mereka yang tidak memiliki keyakinan agama.
Penelitian lain yang dilakukan terhadap 750 orang, yang menjalani pemeriksaan angiocardiography [jantung dan pembuluh darah], membuktikan secara ilmiah “kekuatan penyembuhan dari doa.” Telah diakui bahwa tingkat kematian di kalangan pasien penyakit jantung yang berdoa menurun 30% dalam satu tahun pasca operasi yang mereka jalani.
Sejumlah contoh doa yang disebutkan dalam Al Qur’an adalah:

Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang”. Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah. (QS. Al Anbiyaa’, 21:83-84)

Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: “Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau.  Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.” Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman. (QS. Al Anbiyaa’, 21:87-88)

Dan (ingatlah kisah) Zakaria, tatkala ia menyeru Tuhannya: “Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik. Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami. (QS. Al Anbiyaa’, 21:89-90)

Sesungguhnya Nuh telah menyeru Kami: maka sesungguhnya sebaik-baik yang memperkenankan (adalah Kami). (QS. Ash Shaaffaat, 37:75)

Sebagaimana telah disebutkan, doa tidak semestinya hanya dilakukan untuk menghilangkan penyakit, atau kesulitan-kesulitan duniawi lainnya. Orang beriman yang sejati haruslah senantiasa berdoa kepada Allah dan menerima apa pun yang datang dari-Nya. Kenyataan bahwa sejumlah manfaat doa yang diwahyukan di dalam banyak ayat Al Qur’an kini sedang diakui kebenarannya secara ilmiah, sekali lagi mengungkapkan keajaiban yang dimiliki Al Qur’an.

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al Baqarah, 2:186)

(harunyahya)

“Katakanlah: Dialah Yang telah menjadikan kamu dan membuatkan untuk kamu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani; sedikit sekali kamu bersyukur,” (QS. Al-Mulk: 23)

Sadarkah kita bahwa salah satu hal terpenting dalam kehidupan adalah kemampuan untuk melihat? Ya, kemampuan yang Allah swt. berikan yang kadang kita terlupa akan nikmat itu.

Mata adalah sepotong bukti yang paling nyata tentang kebesaran Allah swt. Semua organ penglihatan, termasuk mata binatang dan mata manusia, merupakan contoh yang sangat menonjol perihal rancangan yang sempurna. Organ istimewa yang telah Allah ciptakan ini sesungguhnya amat rumit ketika kita mengetahui apa yang terjadi saat mata melihat sebuah objek.
Ternyata ketika kita melihat pulpen saja, ada proses menakjubkan di dalam mata. Dalam beberapa detik saja, ratusan miliar proses terjadi, cahaya melewati kornea dan pupil lalu kemudian lensa, dimana ada sel cahaya sensitif yang memindahkannya menjadi sinyal elektrik untuk kemudian ditransmisikan ke syaraf dan berakhir sebagai dorongan. 

Kemudian gambar mencapai retina dengan terbalik antara atas dan bawah, dan lagi otak bisa menafsirkannya dan menyediakan sebuah gambar yang normal dengan mengumpulkan gambar-gambar yang terpisah dari kedua mata, mengidentifikasi semua bentuk-bentuk objek dan mengkombinasikan gambar tersebut dari kedua mata menjadi sebuah gambar.

Ini juga menunjukkan kealamiahan objek, warna dan jarak. Mata melakukan semua hanya dalam hitungan waktu sekitar 10 detik saja. Dan seperti itulah penjelasan yang dirincikan ilmuwan muslim, Harun Yahya dalam karya terbesarnya The Miracle Of Qur’an.

Sekali lagi Allah swt, yang menciptakan organ yang begitu sempurna ini, telah melengkapi manusia dengan detil-detil yang baik dan memungkinkan otak untuk melihat sebuah objek sebagaimana adanya dalam detil yang penuh. Mata manusia yang sangat luar biasa rumit ini hanyalah satu dari kerja Allah swt yang Maha Pencipta.
Tidak ada teknologi manusia yang mampu meniru pekerjaan-Nya. Penelitian yang terus menerus telah dilakukan untuk mencari titik temu sebuah permasalahan, bagaimana mata mampu melakukan hal yang luar biasa, dan para ilmuwan tergoda untuk mengerti hanya dari bagaimana ia menunjukkan warna-warna yang cerah di dunia ini.

Tentu bukanlah hanya mata yang bekerja atas proses ini. Adalah jiwa yang melihat semua hal yang ada disekitar untuk kemudian ditafsir ulang di dalam otak.

Allah swt. yang Maha Kuasa, membuat manusia mampu untuk melihat, menangkap, dan merasakan dengan meniupkan jiwaNya kepada mereka saat kelahiran dan membuat ini semua bergantung pada kondisi yang luar biasa. Mata yang menakjubkan yang menangkapnya, dan sistem tak terhitung yang terlibat di semua hal yang ada hanyalah karena ALLAH yang mengizinkan ini semua.

Para ahli penerbangan dan sejarah Barat mengakui pencapaian peradaban Islam dalam dunia penerbangan yang sebelumnya tak pernah terpikirkan. ”Ibnu Firnas adalah manusia pertama dalam sejarah yang melakukan percobaan ilmiah untuk melakukan penerbangan,” ujar Sejarawan Barat, Philip K Hitti, dalam bukunya yang bertajuk History of the Arabs.

Pencapaian yang berhasil ditorehkan ilmuwan Muslim di era kejayaan Kekhalifahan Islam di Andalusia itu juga mendapat pengakuan dari pakar kedirgantaraan Amerika Serikat (AS), Richard P Hallion. Dalam sebuah kesempatan, Hallion menyatakan, sejarah penerbangan dunia tak boleh melupakan pencapaian Ibnu Firnas.
Di bulan September 2000, University of Houston mulai memperkenalkan dan mengajarkan para mahasiswanya tentang sejarah penerbangan yang telah diperkenalkan Ibnu Firnas. ”Hari ini kita mempelajari seorang manusia yang sudah benar-benar terbang pada 1.000 tahun lalu,” begitu University of Houston membuka kuliahnya.
Adalah fakta yang tak terbantahkan bahwa Ibnu Firnas yang mewakili peradaban Islam pada tahun 852 M telah berhasil melakukan uji coba penerbangan pertama. Karena itu, tak salah bila pengelola Bandara Internasional Doha di Qatar menamakan sistem manajemen airport mereka yang baru dengan julukan ‘Firnas’.
Asal-usul dunia kedirgantaraan memang selalu mengundang perdebatan. Konon, peradaban pertama yang bercita-cita untuk bisa terbang adalah bangsa Cina. Memang ada beragam kisah tentang penerbangan yang pernah dilakukan sebelum peradaban Islam melakukannya.
Para ahli menyatakan, upaya penerbangan yang dilakukan secara terkontrol yang dapat dibuktikan kesahihannya terjadi pada abad ke-9 M. Karena sejatinya, bila berbicara sejarah penerbangan akan berhubungan erat dengan perkembangan penerbangan mekanis, mulai dari penerbangan yang digerakkan dengan meluncur hingga ke yang lebih modern lagi.
Peradaban Islam Spanyol di bawah kekuasaan Kekhalifahan Cordoba telah menjadi saksi uji coba penerbangan yang dilakukan Ibnu Firnas. Upaya itu mendapat dukungan dari Amir Abdurrahman II–Penguasa Cordoba yang masih berada di bawah payung Kekhilafahan Ummayah. Ilmuwan Muslim serbabisa itu melakukan uji coba penerbangannya pada tahun 852 M.
Ibnu Firnas membuat satu set sayap yang terbuat dari kain yang dikeraskan dengan kayu. Dengan peralatan seperti payung itulah, Ibnu Firnas lalu loncat dari menara Masjid Agung Cordoba. Pada uji coba pertama itu, dia tak bisa terbang. Namun, peralatan yang digunakannya mampu memperlambat jatuhnya Ibnu Firnas. Ia pun mendarat dengan selamat dengan luka kecil. Peralatan pertama yang diciptakan Ibnu Firnas itu menjadi semacam prototipe parasut di era modern.
Dua puluh lima tahun setelah uji coba pertamanya, di usia 65 tahun, Ibnu Firnas kembali melakukan uji coba terbang. Menggunakan semacam pesawat terbang layang–berupa sayap yang dilekatkan pada tubuhnya–sang ilmuwan meluncur dari bukit Jabal Al-Arus dan dapat terbang. Ia pun mendarat dengan selamat meski mengalami luka.
Uji coba penerbangan yang dilakukan Ibnu Firnas itu telah memberi inspirasi kepada Eilmer Malmesbury, seorang ilmuwan Inggris. Pada abad ke-11, Eilmer melakukan percobaan penerbangan dan bisa terbang sejauh 200 meter. Eimer menggunakan semacam pesawat terbang layang yang digunakan Ibnu Firnas.
Sekitar abad ke-10 M, seorang ilmuwan Turki yang tak disebutkan namanya juga sempat melakukan uji coba penerbangan. Dengan dua sayap dari kayu lebar yang direkatkan pada tubuhnya, orang Turki itu loncat dari atap sebuah masjid. Sayangnya, dia gagal mendarat dengan selamat. Upaya serupa juga dilakukan orang Turki pada tahun 1162 M. Namun, juga belum berhasil.
Pengembangan dunia penerbangan di dunia Islam kembali berkembang di era kekuasaan Kekhalifahan Usmani Turki. Seorang penjelajah Muslim bernama Evliya Celebi melaporkan pada tahun 1630 M sampai 1632 M, sarjana serbabisa Hezarfen Ahmet Celebi menggunakan pesawat bersayap berhasil terbang melintasi Sekat Basporus. Ia meluncur dari Menara Galata Istanbul setinggi 62,59 meter dan berhasil terbang sejauh tiga kilometer serta mendarat dengan selamat.
”Hezarfen Ahmet Celebi, pertama kali mencoba terbang sebanyak delapan atau sembilan kali dengan sayap elang menggunakan tenaga angin,” ujar Evliya Celebi dalam buku catatan perjalanannya yang masih tersimpan di Perpustakaan Istanbul. Sultan Murad Han menyaksikan uji coba terbang itu dari bangunan besar bernama Sinan Pasha di Sarayburnu.
`‘Hezarfen Ahmet Celebi telah membuka era baru dalam sejarah penerbangan,” papar Sultan Murad. Upaya serupa juga dilakukan saudara laki-laki Hezarfen pada tahun 1633 M yang bernama Lagari Hasan €elebi. Lagari meluncur ke udara dengan menggunakan tujuh roket bersayap yang dilontarkan tenaga bubuk mesiu. Ia pun terlontar ke angkasa setinggi 300 meter. Unjuk kebolehan yang digelar pada acara peringatan ulang tahun putri Sultan Murad IV itu berhasil.
Lagari, menurut Evliya, mendarat dengan mulus di Bosporus dengan menggunakan sayap yang direkatkan ke tubuhnya sebagai parasut. Atas keberhasilannya itu, Lagari pun dihadiahi posisi yang sangat penting dalam militer Usmani.
Peradaban Islam Turki tercatat lebih awal dalam melakukan pengkajian ilmiah terhadap dunia penerbangan jauh hari sebelum Eropa. Di era kejayaan Kesultanan Ottoman, seorang sarjana Turki telah melakukan penelitian mengenai hubungan antara permukaan sayap burung dengan berat badannya. Kajian itu dilakukan untuk menemukan penyebab fisik yang bisa membuat terbang.
Penelitian itu telah menghasilkan cakrawala baru dalam bidang aerodinamika. Itulah sumbangan penting peradaban Islam bagi dunia penerbangan.

Angka 7 pertama kali disebutkan dalam Al-Qur’an di surah Al-Baqarah dalam firman Allah,

“Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu, dan Dia berkehendak menciptakan langit, dan dijadikannya tujuh langit, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu”.

Angka 7 disebut terakhir dalam surah An-Naba’ayat 12 dalam firmanNya,

“Dan Kami bangun di atas kamu tujuh langit yang kokoh.”

Sekarang mari kita cermati fakta-fakta kelipatan 7 diseputar kedua ayat ini.

Fakta pertama, jumlah surah Al-Baqarah, tempat penyebutan angka 7 pertama kali, hingga An-Naba’, tempat penyebutan terakhir kali, sebanyak 77. Kelipatan 7 {11 x 7}. Jumlah ayat dari ayat yang pertama kali menyebut angka 7 hingga ayat terakhir yang menyebut angka 7, atau dari ayat 29 Al-Baqarah hingga ayat 12 An-Naba’, adalah 5.649 ayat. Ini juga kelipatan 7 {807 x 7}.

Fakta kedua, dari awal Al-Baqarah sampai akhir An-Naba’ terdapat 5.705 ayat. Bilangan ini juga kelipatan 7, jumlah ayat diantara keduanya juga kelipatan 7, dan tema pembicaraan keduanya adalah angka 7.
Ayat pertama yang menyebut nama Allah adalah ayat pertama Al-Qur’an, yaitu Bismillahirrahmanirrahim {Q.S. Al-Fatihah: 1}, dan ayat terakhir yang menyebut lafal Allah adalah Allahusshamad {Q.S. Al-Ikhlas: 2}. Dari al-fatihah hingga Al-Ikhlas ada 112 surah, bilangan ini adalah kelipatan 7 {16 x 7}.
Dari ayat 1 Al-Fatihah hingga ayat 2 Al-Ikhlas ada 6.223 ayat. Bilangan ini juga kelipatan 7, sebanyak dua kali untuk menegaskan kebenaran sistem yang sangat teratur ini {127 x 7 x 7}. Jumlah huruf kedua ayat tersebut 29 buah, juga kelipatan 7.
Dalam Logika ilmiah menetapkan bahwa kebetulan tidak akan terulang secara kontinu dalam satu buku kecuali jika penyusun buku itu telah menyusunnya dengan cara tertentu. Keselarasan yang dilihat dengan angka 7 ini mengidentifikasikan secara pasti bahwa Allah telah menyusun kitabNya dengan format yang sesuai dengan angka 7. Dan masih ada lagi beberapa ayat di Al-Qur’an yang menyebutkan angka 7.
Sesungguhnya Allah tidak menjadikan sesuatu perkara itu dengan sia-sia atau secara kebetulan melainkan disebaliknya mengandung suatu hikmah besar lagi tersembunyi didalam pengetahuan dan rahasia Allah S.W.T. yang mungkin saja belum dapat kita pecahkan rahasia di baliknya. (acerahmatds)

Di antara rahasia di balik angka “7” ini adalah :
  • Allah telah menjadikan 7 HARI dalam seminggu.
  • Allah telah menjadikan 7 LAPISAN langit
  • Allah telah menjadikan 7 LAPISAN bumi.
  • Allah telah menjadikan 7 AYAT di dalam surah Al-Fatihah.
  • Allah telah menjadikan 7 KALI putaran TAWAF mengelilingi kaabah.
  • Allah telah menjadikan 7 KALI  SA’I antara Bukit Shafa dan Marwah.
  • Allah telah menjadikan 7 PINTU SYURGA.
  • Allah telah menjadikan 7 PINTU NERAKA.
  • Allah telah menjadikan 7 PENGHUNI GUA yang tidur selama lebih 300 tahun  didalam Gua (Surah Al-Kahfi)
  • Allah telah menjadikan 7 ANGGOTA SUJUD didalam sholat (2 kaki,2 lutut,2 tapak tangan dan 1 dahi)
  • Allah telah menjadikan 7 LAUTAN (Mediterranean,Adriatik,Laut Hitam,Laut Merah,Laut Arab,Persian,Laut Kaspia)
  • Allah telah menjadikan 7 BENUA (Asia,Afrika,Amerika,Australia,Antartika,Eropa,Oceana)
  • Terdapat 7 keajaiban dunia yang telah diakui sebagai warisan dunia ( 7 wonders of the ancient world).
  • Allah telah menjadikan angka 7 sebagai no ‘prime’(nombor perdana) dlm penyelesaian masalah matematik.Ianya juga digelar sebagai ‘safe prime’/no perdana yg unik.
  • Allah telah menjadikan 7 sebagai penyelesai kebanyakan masalah matematik yang melibatkan nombor kuasa genap,polynomial,vector dan nombor faktor sepunya.
  • Allah telah menjadikan 7 sisi polygon (heptagon), dimana sesebuah polygon sekata dpt dilukis dgn menggunakan jangka lukis,namun tidak bagi Heptagon (7 sisi) yang sekata ini.
  • Allah telah menjadikan 7 sebagai nilai yang paling kerap muncul (kebarangkalian 1/6) apabila dadu dibalingkan,jumlah hasil tambah 2 permukaan yg muncul itu menghasilkan 7
  •  “Millenium Prize Problems” merupakan 7 masalah dalam ilmu matematik yang diumumkan oleh “Clay Mathematics Institute”.Hingga kini 6 lagi masalah tersebut belum diselesaikan.
  •  Terdapat 7 unit S.I (Standard International) dalam Takaran fisik yaitu (meter,kilogram,waktu,ampere,Kelvin,mole, candela)
  • Allah telah menjadikan 7 warna di dalam pelangi.
  • Allah telah menjadikan 7 atom karbon didalam setiap molekul Heptana
  • Allah telah menjadikan 7 sebagai nilai ‘NEUTRAL’ antara sifat acid dan alkali.
  • Allah telah menjadikan 7 sebagai nombor atom didalam nitrogen.
  • 7 merupakan bilangan “KALA” di dalam jadwal berkala (pengelasan unsur kimia)
  • Allah telah menjadikan 7 “Cervical vetebratae”/(tulang belakang leher yang menyambung ke kepala) bagi kebanyakan mamalia.
  • Terdapat 7 jenis virus merujuk kepada “Pengelasan Baltimore”
  • Terdapat 7 tompok hitam di atas badan kumbang jenis “LADYBIRD”

Ternyata ada suatu rahasia yang menyebabkan Nabi Khidir as masih hidup hingga sekarang ini. Tentu semua itu adalah kehendak Allah SWT terhadap hamba-Nya yang satu ini.

Kisah ini diriwayatkan oleh Ats-Tsa’labi dari Imam Ali ra.
Semoga dengan kisah ini akan lebih memantapkan keimanan kita kepada Allah SWT, bahwa jika Allah SWT berkehendak maka akan TERJADILAH. Tak seorang pun yang mampu menghalanginya.

Berikut Kisahnya.
Pada zaman dahulu hiduplah seorang hamba Allah SWT yang melebihkan kepada dirinya dengan menjadi seorang raja. Dialah Raja Iskandar Zulkarnaen, yang namanya telah tersebut dalam Al Qur’an.

Pada tahun 322 SM, Raja Iskandar Zulkarnaen berniat mengadakan perjalanan untuk mengelilingi bumi dan Allah SWT mewakilkan salah satu malaikatnya yang bernama Rofa’il untuk menyertainya dalam perjalanan panjang itu.

Dialog Malaikat dan Raja Iskandar Zulkarnaen.
Karena ditemani oleh seorang malaikat, Raja Zulkarnaen banyak mengajukan pertanyaan seputar dunia dan akhirat serta isinya. Salah satu pertanyaan yang paling terkenal adalah tentang ibadah para malaikat di langit.
“Wahai Malaikat Rofa’il, ceritakanlah kepadaku tentang ibadahnya para malaikat yang ada di langit,” tanya Raja Zulkarnaen.
“Para malaikat yang ada di langit ibadahnya ada yang berdiri tidak mengangkat kepala selama-lamanya, ada juga yang bersujud tidak mengangkat kepala selama-lamanya, ada pula yang rukuk tidak mengangkat kepala selama-lamanya,” jawab Malaikat Rofa’il.

“Duh, alangkah senangnya hati ini seandainya aku bisa hidup bertahun-tahun lamanya untuk beribadah kepada Allah SWT,” kata Raja Zulkarnaen.
“Wahai raja, sesungguhnya Allah SWT telah menciptakan sumber air di bumi. Namanya Ainul Hayat, artinya sumber air hidup. Maka barang siapa yang meminum airnya seteguk, maka ia tidak akan mati sampai hari kiamat atau jika ia memohon kepada Allah SWT untuk dimatikan,” kata Malaikat Rofa’il.

“Apakah engkau tahu tempat Ainul Hayat itu wahai Malaikat Rofa’il?” tanya raja.
“Sesungguhnya Ainul Hayat itu berada di bumi yang gelap,” jawab Malaikat Rofail.

Setelah Raja Zulkarnaen mendengar penuturan malaikat Rofa’il tentang Ainul Hayat itu, maka raja segera mengumpulkan para alim ulama pada saat itu. Sebelumnya, raja bertanya kepada mereka tentang letak Ainul Hayat, tapi mereka semua menjawab tidak tahu.
“Wahai para alim ulama, tahukah kalian dimanakah letak Ainul Hayat itu?” tanya raja.
“Kami tidak mengetahuinya wahai baginda, hanya Allah SWT yang Maha Mengetahui,” jawab salah seorang ulama.

Di luar dugaan, dari pertanyaan Raja Zulkarnaen tersebut, ada salah seorang ulama yang mampu menjawab meski tidak sedetail letaknya.
“Sesungguhnya aku pernah membaca di dalam wasiat Nabi Adam as bahwa beliau berkata bahwa sesungguhnya Allah SWT meletakkan Ainul Hayat itu di bumi yang gelap,” kata ulama itu.
“Dimanakah bumi yang gelap itu?” tanya raja.
“Yaitu di tempat terbitnya matahari,” jawab orang alim ulama itu.

Kemudian Raja Zulkarnaen menyuruh para pengawalnya untuk menyiapkan segala keperluan untuk mencari dan mendatangi tempat Ainul Hayat itu.
“Kuda apa yang sangat tajam penglihatannya di waktu gelap?” tanya raja.
“Kuda betina yang masih perawan,” jawab para sahabatnya.

Akhirnya raja mengumpulkan seribu kuda betina yang masih perawan dan ia memilih diantara 6 ribu tentaranya yang pandai serta ahli dalam mencambuk. Di antara para tentara itu, ada yang bernama Nabi Khidir as, bahkan beliau menjabat sebagai perdana menteri kala itu.

Perjalanan Mencari Ainul Hayat.
Setelah dirasa semua cukup dan siap, maka berangkatlah Raja Zulkarnaen dan Nabi Khidir as yang ebrjalan di depan pasukan. Setelah sekian lama mencari, akhirnya mereka mengetahui tempat terbitnya matahari.

Mereka pun menuju arah terbitnya matahari tersebut.
Perjalanan ke temnpat tujuan tersebut memakan waktu 12 tahun lamanya untuk sampai di bumi yang gelap itu. Gelapnya bukanlah seperti di waktu malam hari, melainkan gelap karena ada pancaran seperti asap.

Raja Zulkarnaen sudah tak sabar lagi hendak masuk ke tempat gelap itu, namun salah seorang cendikiawan mencegahnya. Para tentara berkata kepada raja,
“Wahai Baginda, sesungguhnya raja-raja yang terdahulu tidak ada yang masuk ke tempat gelap ini, karena tempat yang gelap ini berbahaya.”
“Wahai prajurit, kita harus memasukinya, tidak boleh tidak,” sanggah sang raja.

Karena raja bersikeras hendak masuk, maka tak ada seorang pun yang berani melarangnya.
“Diamlah dan tunggulah kalian di sini selama 12 tahun. Jika aku bisa datang kepada kalian dalam masa itu, maka kedatanganku terhadap kalian termasuk baik. Dan jika aku tidak datang dalam 12 tahun, maka pulanglah kalian kemabli ke negeri kalian,” ujar sang raja.

Setelah itu raja mendekat dan bertanya kepada malaikat Rofa’il,
“Apabila kita melewati tempat gelap ini, apakah kita dapat melihat kawan-kawan kita?”
“Tidak bisa kelihatan<” jawab Malaikat Rofa’il.
“Akan tetapi aku memberimu sebuah merjan atau mutiara. Jika mutiara itu ke atas bumi, maka mutiara itu dapat emnjerit dengan suara yang keras, dengan demikian kawan-kawan kalian yang tersesat jalan dapat kembali kepada kalian,” jelas Malaikat Rofa’il lebih lanjut.

Masuk ke Ainul Hayat.
Demikianlah, akhirnya Raja Iskandar Zulkarnaen masuk ke tempat yang gelap itu. Selama 18 hari lamanya tidak pernah melihat matahari dan bulan, tidak pernah melihat malam maupun siang. Tidak pernah melihat burung dan binatang liar, sedangkan raja berjalan dengan didampingi Nabi Khidir as.

Pada saat mereka berjalan, maka ALlah SWT memberi wahyu kepada Nabi Khidir as.
“Bahwa sesungguhnya Ainul Hayat itu berada di sebelah kanan jurang dan Ainul Hayat ini Aku khususkan untuk kamu.”

Setelah Nabi Khidir as menerima wahyu itu, beliau berkata kepada sahabat-sahabatnya,
“Berhentilah kalian di tempat masing-masing dan jangan kalian emninggalkan tempat kalian sebelum aku datang kepada kalian.”

Kemudian Nabi Khidir as menuju kanan jurang hingga beliau menemukan Ainul Hayat itu. Beliau turun dari kudanya, melepaskan pakaiannya dan turun ke Ainul Ahaya tersebut. Beliau mandi dan minum air sumber hidup tersebut dan beliau merasakan bahwa airnya lebih manis daripafda madu.

Sesudah mandi dan minum air tersebut, beliau keluar dari tempat itu kemudian menemui Raja Iskandar Zulkarnaen. Raja tidak mengetahui apa yang telah terjadi atas diri Nabi Khidir as.

Wallahu A’lam.

Dalam sebuah kitab karangan Imam al-Ghazali menyebutkan bahawa iblis itu sesungguhnya namanya disebut sebagai al-Abid (ahli ibadah) pada langit yang pertama, pada langit yang keduanya disebut az-Zahid. Pada langit ketiga, namanya disebut al-Arif. Pada langit keempat, namanya adalah al-Wali. Pada langit kelima, namanya disebut at-Taqi. Pada langit keenam namanya disebut al-Kazin. Pada langit ketujuh namanya disebut Azazil manakala dalam Luh Mahfudz, namanya ialah iblis.

Dia (iblis) lupa akibat urusannya. Maka Allah S.W.T telah memerintahkannya sujud kepada Adam. Lalu iblis berkata, “Adakah Engkau mengutamakannya daripada aku, sedangkan aku lebih baik daripadanya. Engkau jadikan aku dari api dan Engkau jadikan Adam dari tanah.”
Lalu Allah S.W.T berfirman yang maksudnya, “Aku membuat apa yang aku kehendaki.” Oleh kerana iblis memandang dirinya penuh keagungan, maka dia enggan sujud kepada Adam A.S kerana bangga dan sombong.

Dia berdiri tegak sampai saatnya malaikat bersujud dalam waktu yang berlalu. Ketika para malaikat mengangkat kepala mereka, mereka mendapati iblis tidak sujud sedang mereka telah selesai sujud. Maka para malaikat bersujud lagi bagi kali kedua kerana bersyukur, tetapi iblis tetap angkuh dan enggan sujud. Dia berdiri tegak dan memaling dari para malaikat yang sedang bersujud. Dia tidak ingin mengikut mereka dan tidak pula dia merasa menyesal atas keengganannya.

PERUBAHAN WAJAH IBLIS 

Kemudian Allah S.W.T merubahkan mukanya pada asalnya yang sangat indah cemerlangan kepada bentuk seperti babi hutan. Allah S.W.T membentukkan kepalanya seperti kepala unta, dadanya seperti daging yang menonjol di atas punggung, wajah yang ada di antara dada dan kepala itu seperti wajah kera, kedua matanya terbelah pada sepanjang permukaan wajahnya. Lubang hidungnya terbuka seperti cerek tukang bekam, kedua bibirnya seperti bibir lembu, taringnya keluar seperti taring babi hutan dan janggut terdapat sebanyak tujuh helai.

BALASAN UNTUK KESOMBONGAN 

Setelah itu, lalu Allah mengusirnya dari syurga, bahkan dari langit, dari bumi dan ke beberapa jazirah. Dia tidak akan masuk ke bumi melainkan dengan cara sembunyi. Allah S.W.T melaknatinya sehingga ke hari kiamat kerana dia menjadi kafir. Walaupun iblis itu pada sebelumnya sangat indah cemerlang rupanya, mempunyai sayap emPat, banyak ilmu, banyak ibadah serta menjadi kebanggan para malaikat dan pemukanya, dan dia juga pemimpin para malaikat karubiyin dan banyak lagi, tetapi semua itu tidak menjadi jaminan sama sekali baginya.

Ketika Allah S.W.T membalas tipu daya iblis, maka menangislah Jibril A.S dan Mikail. Lalu Allah S.W.T berfirman yang bermaksud, “Apakah yang membuat kamu menangis?” Lalu mereka menjawab, “Ya Allah! Kami tidaklah aman dari tipu dayamu.”
Firman Allah bagi bermaksud, “Begitulah aku. Jadilah engkau berdua tidak aman dari tipu dayaku.”
Setelah diusir, maka iblis pun berkata, “Ya Tuhanku, Engkau telah mengusir aku dari Syurga disebabkan Adam, dan aku tidak menguasainya melainkan dengan penguasaan-Mu.”

Lalu Allah berfirman yang bermaksud, “Engkau dikuasakan atas dia, yakni atas anak cucunya, sebab para nabi adalah maksum.”
Berkata lagi iblis, “Tambahkanlah lagi untukku.” Allah berfirman yang maksudnya, “Tidak akan dilahirkan seorang anak baginya kecuali tentu dilahirkan untukmu dua padanya.”

Berkata iblis lagi, “Tambahkanlah lagi untukku.” Lalu Allah berfirman dengan maksud, “Dada-dada mereka adalah rumahmu, engkau berjalan di sana sejalan dengan peredaran darah.”

Berkata iblis lagi, “Tambahkanlah lagi untukku.” Maka Allah berfirman lagi yang bermaksud, “Dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukan yang berjalan kaki, artinya mintalah tolong menghadapi mereka dengan pembantu-pembantumu, baik yang naik kuda mahupun yang berjalan kaki. Dan berserikatlah dengan mereka pada harta, yaitu mendorong mereka mengusahakannya dan mengarahkannya ke dalam haram.”

“Dan pada anak-anak, iaitu dengan menganjurkan mereka dalam membuat perantara mendapat anak dengan cara yang dilarang, seperti melakukan senggama dalam masa haid, berbuat perkara-perkara syirik mengenai anak-anak itu dengan memberi nama mereka Abdul Uzza, menyesatkan mereka dengan cara mendorong ke arah agama yang batil, mata pencarian yang tercela dan perbuatan-perbuatan yang jahat dan berjanjilah mereka.” (Hal ini ada disebutkan dalamsurah al-Isra ayat 64 yang bermaksud : “Gerakkanlah orang yang engkau kuasai di antara mereka dengan suara engkau dan kerahkanlah kepada mereka tentera engkau yang berkuda dan yang berjalan kaki dan serikanlah mereka pada harta dan anak-anak dan berjanjilah kepada mereka. Tak ada yang dijanjikan iblis kepada mereka melainkan (semata-mata) tipuan

Berbagai Pengetahuan Gaib yang Unik merupakan Khazanah yang Langka akan tetapi Nyata, dan bisa sangat berguna bilamana kita ingin mendapatkan faedahnya. Semoga Kita semua bisa menarik manfaat dari Pengetahuan Gaib ini.

1.Nabi Sulaiman AS.
Disuatu hari Nabi Sulaiman duduk bersama raja Jin untuk mendiskusikan masalah, seketika itu Nabi Sulaiman bertanya kepada raja Jin : “Wahai raja Jin beritahu aku kenapa kebanyakan wanita yang sudah sekian tahun bergaul dengan suaminya tetapi belum juga hamil ?”. Raja Jin menjawab : “Ada empat sebab mengapa wanita belum juga hamil”:

1. Sperma yang sudah dingin pada rahim.
2. Ada perubahan pada rahim.
3. Terkena hembusan Jin.
4. Ada cairan kuning pada rahim.

2.KYAI YANG TERKENA SENGATAN KLABANG
Seorang Kyai sedang duduk dengan beberapa santrinya diatas rumput, kemudian Kyai tersebut kakinya terkana sengatan Kelabang sampai bengkak, sehingga semua santri bingung bagaimana caranya untuk mengobati kaki Sang Kyai. Sang Kyai tertawa melihat kepanikan santrinya ia berkata : “Kalian jangan bingung, saya ada obatnya”. Santri bertanya: “Bagaimana cara mengobatinya ?”

Kyai menjawab : “Kamu sebut saja jumlah kakinya”, seketika itu kaki Kyai sembuh…..

3.FAEDAH AYAT QURSY
faedah dari ayat Qursy yang diyakini dapat mengusir makhluk jahat. Ada sebuah cerita mengenai hal ini. Ceritanya begini, ada seorang musafir yang kemalaman dijalan kemudian meminta izin kepada seseorang untuk bermalam disebuah rumah, kemudian orang itu mengizinkan sang musafir untuk bermalam dirumah tersebut, namun orang itu berpesan kepada sang musafir : ” Berhati-hatilah karena setiap orang yang bermalam disitu selalu berakhir dengan kematian “, akan tetapi sang musafir berusaha untuk tidak menghiraukannya karena ia selalu berlindung kepada Allah, selanjutnya sang musafir beristirahat dan bermalam dirumah tersebut.

Dengan membaca ayat Qursy yang pada ayat terakhirnya diulang-ulang sampai 7x, maka dengan tiba-tiba terciumlah seperti bau sesuatu yang terbakar oleh si musafir itu, dengan diliputi penuh tanda-tanya didalam hatinya ia membathin : “Apakah gerangan yang terbakar ini ?”. Dengan berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk, tertidurlah sang musafir itu dengan lelapnya, namun didalam mimpinya sang musafir mendapatkan gambaran bahwa ada jin Iffrid (mahluk jahat) berada didalam rumah itu yang terbakar dikarenakan sang musafir membaca ayat Qursy yang pada ayat terakhirnya diulang-ulang sampai 7x sambil tahan nafas. Ketika terbangun sang musafir menemukan abunya jin iffrid yang terbakar disudut rumah tersebut….

Hajar Aswad adalah batu hitam yang terletak di sudut sebelah Tenggara Ka’bah, yaitu sudut dari mana Tawaf dimulai. Hajar Aswad merupakan jenis batu ‘Ruby’ yang diturunkan Allah dari syurga melalui malaikat Jibril. Hajar Aswad terdiri dari lapan keping yang terkumpul dan diikat dengan lingkaran perak.

Batu hitam itu sudah licin kerana terus menerus di kecup, dicium dan diusap-usap oleh jutaan malah milion manusia sejak Nabi Ibrahim a.s, iaitu jamaah yang datang keBaitullah, baik untuk haji mahu pun untuk tujuan Umrah.

Hadist Sahih riwayat Imam Bathaqie dan Ibnu ‘Abas RA, bahwa Rasul SAW bersabda:

“Allah akan membangkitkan Al-Hajar (Hajar Aswad) pada hari kiamat. Ia dapat melihat dan dapat berkata. Ia akan menjadi saksi terhadap orang yang pernah memegangnya dengan ikhlas dan benar”.

Hadis tersebut mengatakan bahawa disunatkan membaca doa ketika hendak istilam (mengusap) atau melambainya pada permulaan thawaf atau pada setiap putaran, sebagai mana, diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA. Artinya: “Bahwa Nabi Muhammad SAW datang ke Ka’bah lalu diusapnya Hajar Aswad sambil membaca Bismillah Wallahu Akbar”.

Asal Usul Hajar Aswad
Ketika Nabi Ibrahim a.s bersama anaknya membina Ka’bah banyak kekurangan yang dialaminya. Pada mulanya Ka’bah itu tidak ada bumbung dan pintu masuk.

Nabi Ibrahim a.s bersama Nabi Ismail mahu membinanya dengan meninggikan bangunannya dan mengangkut batu dari berbagai gunung. setelah bangunan Ka’bah itu hampir selesai, ternyata Nabi Ibrahim masih merasa kekurangan seketul batu lagi untuk diletakkan di Kaabah.

Nabi Ibrahim berkata pada Nabi Ismail, “Pergilah engkau mencari seketul batu yang akan aku letakkan sebagai penanda bagi manusia.”

Kemudian Nabi Ismail a.s pun pergi dari satu bukit ke satu bukit untuk mencari batu yang baik dan sesuai. Ketika Nabi Ismail a.s sedang mencari batu di sebuah bukit, tiba-tiba datang malaikat Jibril a.s memberikan sebuah batu yang cantik.

Nabi Ismail dengan segera membawa batu itu kepada Nabi Ibrahim a.s. Nabi Ibrahima.s. merasa gembira melihat batu yang sungguh cantik itu, beliau menciumnya beberapa kali. Kemudian Nabi Ibrahim a.s bertanya, “Dari mana kamu dapat batu ini?”

Nabi Ismail berkata, “Batu ini kuterima dari yang tidak memberatkan cucuku dan cucumu (Jibril).”

Nabi Ibrahim mencium lagi batu itu dan diikuti oleh Nabi Ismail a.s. Sehingga sekarang Hajar Aswad itu dicium oleh orang-orang yang pergi ke Baitullah. Siapa saja yang bertawaf di Ka’bah disunnahkan mencium Hajar Aswad.

Rahasia Besar Yang Tidak Pernah Kita Bayangkan Sebelumnya
1. Satu riwayat Sahih dinyatakan: “HajarAswad dan Makam Ibrahim berasal dari batu-batu ruby syurga yang kalaulah tidak kerana sentuhan dosa-dosa manusia akan dapat menyinari antara timur dan barat. Setiap orang sakit yang memegangnya akan sembuhdari sakitnya”

Hajar Aswad dicium oleh berjuta-juta jemaah haji

Duhulunya batu Hajar Aswad itu putih bersih, tetapi akibat dicium oleh setiap orang yang datang menziarahi Ka’bah, ia menjadi hitam seperti terdapat sekarang. Wallahu a’alam.

2. “Barangsiapa menunaikan ibadah haji, dan ia tak berbuat rafats dan fasik, maka ia kembali (suci dan bersih) seperti anak manusia yang baru lahir dari perut ibunya.” (Muttafaqun alaihi).

3. Mencium hajar aswad pada masa menunaikan Haji Di Baitullah tidak dapat diwakilkan, Ia menjadi penyedut dosa tanpa kita sedari, alangkah beruntungnya orangyang boleh menyentuh, mengusap dan memegangnya.

Hadis Siti Aisyah RA mengatakan bahawa Rasul SAW bersabda:
“Nikmatilah (peganglah) Hajar Aswad ini sebelum diangkat (dari bumi). Ia berasal dari syurga dan setiap sesuatu yang keluar dari syurga akan kembali ke syurga sebelum kiamat”.

Akhir kata, Kita semua tahu jika Hajar Aswad hanyalah batu yang tidak memberikan mudarat atau manfaat, begitu juga dengan Ka’bah, ia hanyalah bangunan yang terbuat dari batu.

Ibadah haji yang dihadiri berjuta-juta umat Islam

Akan tetapi apa yang kita lakukan dalam proses ibadah haji tersebut lebih baik kita niatkan sekadar mengikuti ajaran dan sunnah Nabi SAW.

Umar bin Khatab pun juga pernah mengatakan “Aku tahu bahwa kau hanyalah batu, kalaulah bukan kerana aku melihat kekasihku Nabi SAW menciummu dan menyentuhmu, maka aku tidak akan menyentuhmu atau menciummu”

Jadi apa yang dikerjakan berjuta juta umat islam bukanlah menyembah Batu seperti yang banyak dituduhkan kaum yang kerdil sekali akalnya.

Kerana ada rahasia besar dibalik setiap perilaku Nabi Muhammad saw dan sebab tentu saja apa yang dilakukan oleh beliau pastilah berasal dari Allah, sebagaimana yang terdapat dalam firmanNya :

“Dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemahuan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan” (QS. An-Najm : 53)

Allaaahu Akbar, tiada tuhan lagi yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad SAW adalah utusan Allah. Muhammad hanyalah seorang Rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang Rasul.

Mulai saat ini mari kita cuba berperilaku sebagaimana Nabi Muhammad, mencontohinya dalam segala tindak tanduk, makan, minum, berpakaian, hingga tidurnya. Sesungguhnya ada rahsia disebaliknya.